Sebuah Catatan Kecil yang Menaburkan Kecerahan dalam Wacana Kehidupan

Dinamika Kekosongan Kuasa

Identitas Buku
Judul               : The Casual Vacancy
Penerjemah   : Esti A. Budihabsari, Andityas Prabantoro, Rini Nurul Badariah.
Penerbit         : Qanita, Mizan
Tebal Hal.       : 593 halaman
ISBN                : 9786029225686
JK. Rowling penulis buku fenomenal Harry Potter, tepat pada tanggal 27 September 2012 launching karya barunya yang berjudul The Casual Vacancy. Buku ini berbeda dengan buku Harry Potter. Kalau Harry Potter seakan kita diajak dalam dunia sihir, sedangkan buku ini tidak. Meskipun demikian, buku yang diperuntukkan orang dewasa ini berhasil menyihir para pembaca. Sehingga tidak mengherankan apabila novel dewasa pertama JK. Rowling ini sebagai The Best Fiction 2012 Reders Choice Awards Goodreads.
The Casual Vacancy yang diterjemahkan menjadi “Perebutan Kursi Kosong” merupakan karya fiksi yang menceritakan kehancuran di balik topeng sebuah kota kecil yang diberi nama kota Pagford, kota yang indah, bersih, penuh dengan moralitas yang tinggi, berpendidikan, bebas pecandu narkoba dan tidak ada anak berandalan. Dari luar, Pagford terlihat damai khas Inggris dengan alun-alun, jalanan berbatu dan biara kuno. Kondisi ini berbeda dengan kota Field yang saling berdempetan, namun hubungan kedua kota tersebut tidak harmonis. Dalam kedamaian kota Pagford tersembunyi perang yang berkecamuk. Orang kaya melawan orang miskin, remaja melawan orang tua, isteri melawan suami, guru melawan murid. Kesemuaan itu tidak sedamai yang terlihat dari luar.
Berbeda dengan buku-buku fiksi yang ada, JK. Rowling langsung membuka cerita dengan membunuh tokoh utama, yaitu Barry Fairbrother. Barry Fairbrother adalah anggota dewan kota Pagford yang secara mendadak meninggal di parkiran luar restoran klub golf, The Birdie. Ia meninggal di usianya yang baru awal empat puluhan. Barry meninggal karena terkena penyakit aneurisme, yaitu pecahnya pembuluh darah otak. Ia mempunyai seorang istri bernama Marry Fairbrother dan empat anak.
Keluarga Barry sangatlah berduka dan merasa kehilangan, begitu juga sahabat-sahabatnya yaitu Gavin Hughes, Tessa, Colin Wall, Parminder Jawanda dan dua anggota tim dayung SMA Winterdown yang dimentori oleh Barry yaitu Jawanda dan Krystal Weedon. Dibalik itu, istri Barry menyimpan rasa tidak suka pada sikap Barry yang peduli dengan keluarga Weedon yang tinggal di Fields, khususnya Krystal tersebut yang merupakan muridnya. Selain Krystal di SMA ada tokoh-tokoh yang lain seperti  ada Stuart Wall, yang biasa di panggil Fats, Andrew Price biasa disapa Andrew, Sukvinder, Gaia, dan lain-lain.
Di sisi lain, ada juga yang tersenyum yaitu para dewan anggota yang selalu bertentangan dengan pendapat dengan Barry, yaitu Howard dan istrinya, Shirley. Mereka membenci Barry karena selalu bersikeras mempertahankan Fields tetap menjadi bagian kota Pagford.
Ternyata, Barry dulu berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah retak di Fields. Namun ia mampu berprestasi dan bangkit sehingga menjadi anggota dewan kota Pagford. Barry pun ingin warga Fields diberi kesempatan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Keinginan yang mulia dari Barry terancam setelah kematiannya. Kursi kosong Barry menjadi rebutan dan memicu konflik di Pagford. Lambat laun tampaklah rahasia gelap dan sifat-sifat asli tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita.
Setelah kematian Barry, ada keinginan dari penduduk Pagford untuk mengisi bangku Barry. Nama-nama yang muncul adalah Simon Price, Howard Mollison, Miles Mollison dan Colin Wall. Namun tiba-tiba muncul Id The Ghost of Barry Fairbrother yang membuka aib memalukan tentang para calon pengganti Barry. Dimulai dengan Andrew Price membuka kedok ayahnya, Simon Price dengan menulis tentang komputer curian yang dibeli oleh ayahnya di situs dewan distrik. Disusul Stuart Wall alias Fats membuka rahasia sakit jiwa ayahnya Collin Wall. Diakhiri oleh Andrew dengan berita tentang perselingkuhan Howard Millison dan Maureen Lowe.
Tiba saatnya pemilihan, akhirnya Miles memang sebagai pengganti Barry. Namun Samantha Mollison, isteri Miles menyatakan dengan tegas ketika dia mengkonfrontasi suaminya, “Kau tidak pantas menggatikan Barry Fairbrother. Dia tulus”. Dan kemenangan Miles pun di rayakan juga di pesta ulang tahun Howard Mollison.
Di pesta Howard, Andrew dikejutkan dengan penghianatan Fats, ia bercinta dengan Gaia. Padahal Fats tahu bahwa Andrew sangat mencintai Gaia. Pagi yang cerah, tiba-tiba Obbo datang ke rumah Krystal untuk menemui Terry. Obbo adalah sahabat baik Teery, begitu dekatnya dia dengan Obbo, Terri pun tak percaya bahwa Obbo telah memperkosa anaknya, Krystal. Ketika Krystal melihat Obbo, dia langsung ke luar rumah membawa Robby adik kecilnya. Krystal takut kalau Robby akan diperlakukan tidak baik oleh Obbo, dia pun mengajak kabur Robby. Dalam keadaan bingung, Krystal mau membawa Robby ke mana, akhirnya ia memutuskan untuk menemui Fats. Ia ingin bersetubuh dengan Fats dan berharap menjadi istrinya.
Fats terkejut karena Krystal membawa adiknya Robby. Dia berpikir Robby akan mengganggunya saat mereka melakukan persetubuhan. Akhirnya Robby ditinggal Krystal dan Fats, Krystal menyuruh Robby untuk diam di bangku pinggir jalan dengan di temani coklat yang sudah dibeli Krystal. Sedangkan Krystal dan Fats, melakukan persetubuhan di semak-semak dekat sungai tak jauh dari tempat mereka meninggalkan Robby. Sambil mengawasi Robby, Krystal terus menikmati persetubuhan mereka dengan Fats tanpa menggunakan kondom. Namun di saat mereka sedang melakukan persetubuhan, Robby mendatangi Krystal dan merengek minta minum. Dan Krystal pun memarahi Robby karena merasa mengganggu persetubuhan mereka, Robby pun diusir. Robby pun pergi, namun Krystal panik karena merasa telah kehilangan Robby. Tidak disangka, ketika Robby menyusuri sebuah sungai, dia malah terjatuh dan tenggelam. Dan Robby pun tewas mengenaskan. Krystal pun merasa bersalah, dan melakukan aksi bunuh diri di kamar mandi rumahnya.
Fats, yang merasa bersalah juga atas kematian Robby sangat terpukul. Fats pun akhirnya mengakui semua kesalahan-kesalah yang telah dia lakukan kepada Colin ayahnya. Tessa yang mengetahui anaknya telah melakukan kesalahan yang memalukan, merasa marah terhadap Fats. Dan ia pun memberitahu Fats bahwa Fats bukanlah anak kandung mereka, Tessa dan Colin. Tessa memberitahu bahwa Fats adalah anak hasil hubungan inces yang mereka adopsi. Tessa merasa bahwa Fats adalah anak yang tidak tahu diuntung.
Fats pun juga memberitahukan bahwa di balik The Ghost of Barry Fairbrother adalah dia.  Dan Gaia yang mengetahui Fats penyebab kematian Robby, merasa muak telah bercinta dengannya. Dan berfikir kenapa dia tidak bercinta dengan Andrew saja.
Rahasia-rahasia yang terpendam keluar dan menghakimi kawan dan lawannya. Tidak ada yang tulus maupun jujur dalam menjalankan kehidupan mereka, tidak seperti Barry Fairbrother. Hal ini lah yang membuat buku ini tidak hanya perebutan yang diperlihatkan oleh Rowling, melainkan apa yang terjadi di dalam sebuah komunitas ketika satu-satunya orang yang dengan tulus peduli pada kesejahteraan segenap masyarakat dan berada pada posisi yang tepat untuk melakukan perubahan-perubahan, tiba-tiba saja ditiadakan.
Novel yang berisikan enam bagian ini tidak ada tokoh utama, tokoh utama sudah mati pada bagian pertama. JK Rowling menegaskan inilah kondisi kekosongan itu, tidak ada jagoannya dalam cerita ini. Semua tokoh dalam karangan fiksi ini, yang jumlahnya lebih dari 30 puluh seakan menjadi tokoh utama. Setiap tokoh tersebut saling berkaitan dan punya sisi baik, sekaligus sisi gelap dalam dirinya, sehingga pembaca sulit untuk memihak siapapun.
Dengan bahasa yang sangat vulgar dalam mendiskripsikan setiap keadaan seperti adegan persetubuhan, makian, konsumsi narkoba, kekerasan rumah tangga dan sebagainya. Inilah yang menjadikan alasan kenapa buku ini diperuntukkan orang dewasa. Akhirnya Rowling mengakhiri ceritanya dengan keadaan menggantung. Banyak sekali tokoh-tokoh dalam ceritanya ini belum menemukan ending-nya. Meskipun demikian, Novel ini mampu mendeskripsikan sebuah kisah fiktif yang terjadi di kota Pagford terasa sangat riil dan sangat mirip dengan kehidupan nyata yang sukar sekali ditebak akhirnya.



*Muhamad Zainal Mawahib
Share:

Menelusuri Jejak Kezuhudan Isa al-Masih

Identitas Buku
Judul               : Kezuhudan Isa al-Masih dalam Literatur Sufi Suni Klasik
Pengarang      : Hasyim Muhammad
Penerbit         : RaSAIL
Cetakan          : I, Februari 2014
Halaman         : xx + 364
ISBN                : 978-979-1332-71-2

Sosok Isa al-Masih adalah figur manusia kontroversial yang ditampilkan berbeda dalam tradisi Islam dan Kristiani. Dalam keyakinan umat Kristiani, Isa al-Masih diposisikan sebagai figur sentral. Sosoknya dianggap merepresentasikan figur ilahi yang manusiawi, Tuhan mengejawantahkan dalam diri Isa al-Masih untuk menyelamatkan umat manusia dari segala bentuk keburukan dan penderitaan. Keyakinan yang demikian berbeda dalam Islam, Isa al-Masih ditampilkan sebagai figur manusia yang menempati tingkatan spiritual tertentu. Tidak lain ia adalah salah satu dari nabi yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kebenaran bagi umat manusia.
Pandangan yang demikian, berbeda bagi para sufi dalam memandang sosok Isa al-Masih ini. Bagi para sufi, Isa al-Masih merupakan teladan yang sangat populer dalam mengukuhkan doktrin asketis (zuhud) para sufi pada periode klasik. Setidaknya hal ini tergambar dalam banyak literatur, terutama di dalam literatur sufi suni klasik yang banyak menceritakan pesan-pesan dan kisah kehidupan asketis Isa al-Masih sebagai salah satu penguat sandaran doktrin asketisnya.
Buku yang berjudul “Kezuhudan Isa al-Masih dalam Literatur Sufi Suni Klasik” ini, tidak membahas perbedaan keyakinan dalam memposisikan Isa al-Masih, baik perspektif Islam maupun kristen. Namun menampilkan sisi lain, yakni sisi asketis yang ditampilkan oleh Isa al-Masih dalam kehidupan.
Dalam salah satu riwayat Ibnu Qutaibah, dalam memandang gemerlapnya dunia, Isa al-Masih pernah mengatakan bahwa sesungguhnya terpujilah orang yang melihat dengan hatinya, namun tidak terpesona dengan apa yang dilihatnya. Lebih lanjut dalam riwayat yang lain dikemukakan bahwa Isa al-Masih pernah mengkritik orang-orang yang berpakaian biarawan namun tidak mencerminkan dalam hatinya. Isa al-Masih mengatakan, mengapa kaliang datang kepadaku dengan pakaian biarawan, sementara hatimu seperti serigala dan binatang buas. Berpakailah seperti raja dengan hati yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. (hal. 138)
Pesan yang ditampilkan oleh Isa al-Masih jelas menunjukkan bahwa ukuran kezuhudan seseorang tidak ditunjukkan dengan pakaian yang dikenakan. Namun lebih pada sikap batin yang tertanam dalam diri seseorang, tentang dengan harta benda duniawi yang nisbi dan ketundukan pada titah Tuhan yang hakiki.
Sebenarnya sikap yang benci dan menghindar dari dunia itu tidak berarti harus menghindarinya secara fisik. Namun cara pandanglah yang berbeda, kemewahan dunia yang dimiliki atau tidak dimiliki tidak mempengaruhi batin manusia. Sehingga manusia atau seoarang yang zuhud itu boleh memiliki harta benda namun tetap hatinya tidak boleh sampai merasa terbelenggu dengan apa yang ia miliki.
Selain itu, dalam riwayat As-Samarqandi yang berkaitan dengan kekuasaan, Isa al-Masih pernah mengatakan bahwa seorang penguasa seharusnya tidak berbuat keji, karena kepada mereka seharusnya umat manusia mencari perlindungan, tidak seharusnya pula mereka berbuat sewenang-wenang, karena kepadanya umat mengharapkan keadilan (hal. 121).
Dalam riwayat lain, Isa al-Masih pernah menyampaikan yang berisi tentang pesan terhadap para penguasa atau pemimpin. Isa al-Masih berpesan agar para pemimpin senantiasa siap berada di belakang orang-orang yang dipimpinnya, sebagaimana para penggembala yang senantiasa berada di belakang gembalaannya (hal. 122).
Pasan yang secara eksplisit yang ditujukan kepada para pemimpin ini sangat penting untuk dipahami dan diamalkan oleh semua pemimpin. Sebab yang dapat mengatur keadaan suatu bangsa atau sekelompok orang adalah pemimpinnya itu sendiri. Apabila pemimpin tersebut mampu memposisikan dirinya dengan baik, maka kesejahteraan bangsa akan terwujud. Dan sebaliknya, apabila pemimpinya serakah dan suka berbuat sewenang-wenang, maka ketidaksejahteraan akan melanda bangsa tersebut.
Buku yang ditulis oleh Hasyim Muhammad ini secara spesifik menggali konsep-konsep kezuhudan Isa al-Masih yang tergambar di beberapa riwayat yang terdapat di dalam literatur klasik. Dengan pendekatan hermeneutika produktif buku ini berupaya mengkaji nilai-nilai asketis yang terdapat di dalam kisah kezuhudan Isa al-Masih tersebut untuk dapat lebih dipahami substansinya. Pemahaman secara substantif sangat diperlukan agar kezuhudan yang merupakan doktrin spiritual yang bersifat universal dapat dipahami dan diamalkan dalam konteks kekinian.
Selain itu, buku ini juga ingin menjadikan doktrin zuhud yang semula terkesan melangit untuk bisa dibumikan, sehingga sikap zuhud tidak hanya layak dimiliki oleh orang-orang dengan tingkat spiritual tertentu, tetapi bisa dipahami dan diamalkan oleh setiap orang yang beriman yang mendambakan kedamaian hakiki dan kedekatan dengan Tuhan Yang Maha Esa.  



*Muhamad Zainal Mawahib
Share:

Alamat Donwload Referensi Asing

Literatur atau referensi yang berbahasa Inggris masih sedikit sekali kita di jumpai di perpustakaan yang ada di Indonesia. Bukan berarti tidak ada, tetap ada namun terbatas. Kalaupun kita mau membeli itu jelas mahal karena biaya paling banyak termakan di ongkosnya.
Nah bagi kalian yang suka dan ingin mencari referensi berbahasa Inggris jangan khawatir. Anda bisa memanfaatkan alamat-alamat donwload online yang bisa anda manfaatkan untuk mencari referensi yang ingin anda cari.
Bagi yang suka sekali dengan referensi yang berbahasa inggris dan gratis pula, silahkan silah mencarinya di alamat berikut ini. Ketik saja buku atau majalah judul majalah yang ingin anda cari di kolom pencarian. Selamat mencoba dan mencari. Semoga alamat-alamat ini bisa membantu dan memberikan manfaat bagi kalian semua.
2. Bookfi
Share:

Rekosntruksi Paradigma Gerakan Mahasiswa

Sedih, itulah yang dirasakan bila merenungkan keadaan "Pesawat Indonesia" sekarang ini. Sudah setengah abad lebih terbang di udara dengan membawa setumpuk impian. Tapi belum juga sampai ke planet impian yang dituju dan diidam-idamkan para penumpang. Padahal potensi "modal" yang dimiliki sangat besar, bahkan lebih jika hanya untuk terbang menuju ke "planet demokrasi".
          Kegelisahan sudah tak dapat dibendung dengan kesabaran untuk segera sampai ke planet impian. Mungkin karena dirasa pesawat Indonesia sudah terlalu di pesawat, para penumpang pun menyuarakan bermacam-macam komentar, baik melalui "pramugari", maupun langsung kekediaman "pilot pesawat". Mereka menginginkan pilotnya untuk diganti karena dinilai kurang tegas dalam mengambil keputusan. Ada yang bilang salah salah satu anggota birokrasi yang menyulap dirinya menjadi "tikus". Dan juga ada yang merasa "kucing" penangkap tikus tidak mampu berkutik, karena ada dugaan "dihipnotis" dengan mantra suap.
            Mungkin sebagai penumpang yang seharusnya dilayani ada yang percaya dan menerima segala keputusan dari pilot pesawat dan para anggota birokrasinya, dan ada yang melawan dengan segala cara karena mereka merasa amanah yang diyakin kepada birokrasi telah dihianati. Mereka pun sebagai penumpang yang merasa ada kejanggalan tak mau berdiam diri, suara rintihan hati pun bergemuruh di mana-mana sebagai wujud demokrasi.
Seperti inilah kurang lebih gambaran keadaan negeri kita sekarang ini. Apa kita sebagai rakyat, khususnya bagi penyandang gelar akademik membiarkan saja negeri tanah kelahiran kita yang berada di "zona krisis"?. Sungguh tragis bila bersikap merasa tak tahu dan tak acuh dengan keadaan yang semakin memperhatikan. Semestinya, rakyat yang merupakan salah satu unsur pokok berdirinya negara harus ikut andil partisipasi sebagai wujud nasionalime. Tidak ada gunanya keberadaan rakyat dalam negara demokrasi, jika masih jadi "patung hiasan". Yang keberadaannya sebagai pelengkap terbentuknya sebuah negara.
Sebenarnya, semua warga negara demokrasi mempunyai suara dalam pengambilan keputusan, baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Partisipasi tersebut dibangun berdasarkan prinsip demokrasi yakni kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat secara konstruktif. Suara rakyat dapat bermuara dalam seluruh aspek pembangunan, termasuk dalam sektor-sektor kehidupan sosial lainnya selain kegiatan politik.
Salah Kaprah
Sudah semestinya mahasiswa penyandang "kalung "sarjana berperan sebagai "advokat" rakyat. Dengan sifat kritis yang melekat dalam diri mereka, sehingga tak heran bila mereka disebut sebagai agent sosial of change yang berkewajiban untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dan akhirnya, tindakan demonstrasi selalu dilakukan dengan memanggul setumpuk pesan rakyat. Akan tetapi, ketika kepentingan rakyat yang seharusnya diperjuangkan, malah hal tersebut dikesampingkan. Maka perjuangan itu pun pada akhirnya akan jadi  sia-sia.
Tak asing lagi di telinga kita, pemberitaan terhadap demontrasi yang berujung kerusuhan kerap kali tampil di media massa. Bahkan tindakan anarkisme yang ditampilkan antara kubu mahasiswa dengan kubu aparat keamanan kerap diwarnai dengan korban luka-luka. Dan lebih memalukannya lagi, sampai nyawa pun dijadikan "tumbal". Ini terjadi karena bertindak kedua belah kubu hanya mengedepankan ego masing-masing, tanpa mengimbanginya dengan akal dan hati
Suara rakyat yang semestinya diperjuangkan pun pada ujungnya terlantarkan di kolong "harapan". Seakan yang tergambar dari wujud demokrasi adalah demonstrasi "tinju" antara aparat keamanan dan mahasiswa. Karena itu para "wise men of greece" semacam Plato dan Aristoteles lebih menyukai tata-politik monarki ketimbang demokrasi. Menurutnya menyerahkan otoritas kepada rakyat sama saja dengan "merestui" timbulnya anarkisme.
Rekonstruksi Paradigma
Demokrasi memang bukan segala-galanya, sistem ini hanyalah sebagian kecil jalan (tools) tata politik dalam sebuah sistem kekuasaan. Sistem demokrasi berdiri memang bukan tanpa cacat seperti yang dikritikan. Meskipun demikian, sistem inilah yang dinilai terbaik dari berbagai sistem yang ada. Demokrasi baru bisa berjalan "normal" jika akal sehat manusia juga "normal". Jika akal dan jiwa manusia sakit, maka demokrasi pun tak akan pernah berjalan.
Ketika mahasiswa ingin menjadi seorang pejuang agaliter dan keadilan, sudah seharusnya mahasiswa melakukan pembenahan paradigma dalam menyuarakan rintihan rakyat. Akal sehat dan hati jangan pernah dikesampingkan pada saat demonstrasi. Bila ini dipegangi kedua kubu, wujud demokrasi akan menyertai dalam demonstrasi. Dan aparat akan menyambut mahasiswa seperti tamu dari jauh dengan membawa setumpuk keluhan.
Sarana media cetak jangan sampai terlupakan di pikiran para penyandang sarjana. Mereka bisa memanfaatkan rubrik yang disediakan oleh redaktur. Dalam rubrik ini mereka bisa menuangkan segala unek-unek dalam hatinya secara kritik-konstruktif. Selain pesannya dapat tercurahkan tanpa harus membuang keringat, dia juga secara tidak langsung telah melatih pikirannya dalam menanggapi keadaan secara dengan obyektif. Dari sini, diharapkan suara rakyat pun pada akhirnya bisa tersampaikan, tanpa harus ada adu jotos antar mahasiswa dan aparat keamanan. Dengan ini, kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat akan terealisasikan.
Share:

Just Wallpaper

 










Share:

Merenungkan Kembali Keberagamaan

Agama merupakan  sesuatu yang dianggap sakral bagi banyak kalangan umat yang beragama, bahkan tabu apabila diutak-atik secara mendalam. Mengkaji agama secara mendalam berarti seseorang melakukan pengkajian secara mendetail terhadap agama itu sendiri karena dia masih merasa ada keragu-raguan dalam keyakinannya. Bahkan menurut Tedi Khaliludin bahwa agama itu dasarnya adalah keragu-raguan, dia mengambil pernyataan orang barat cogitu ergo sun "aku berpikir, aku tahu". Jika agamanya sendiri yang dikaji, maka dia seakan-akan dia melecehkan agamanya yang selama ini dianggap sebagai way of life . Sehingga dia harus menaruhkan keyakinannya untuk memberanikan diri meneliti agama agar mendapatkan keyakinan yang kuat.
Bila diamati dengan cermat, kelahiran agama sangat terkait dengan konstruksi budaya pada saat itu. Tekstualisasi agama yang ada lebih mengandung kontekstualisasi sosial dan budaya yang ada ditengah gejolak  kehidupan pada saat itu, yaitu pada saat agama pertama kalinya diwahyukan oleh Tuhan melalui utusan-Nya.
Salah satu agama abrahamiah yang ada di dunia adalah agama Islam. Islam merupakan suatu agama yang bentuk ajaran kehidupannya lebih melihat pada kenyataan social-cultul, tidak hanya berupa wahyu yang datang dari langit tanpa ada dasarnya, tanpa memperhatikan keadaan yang ada. Ketika Islam hadir ke muka bumi yang kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia ini, di sini seakan-akan tidak ada baju kesakralitasan di dalamnya. Karena Islam lebih memahami kenyataan kehidupan lokalitas budaya setempat dan historitas proses pergumulan antara teks dan kontes yang mana ini bisa menghilangkan kesakralan agama itu sendiri, sehingga agama di sini sebagai obyek permainan yang bisa di kemana-mana.
Keberadaan agama semakin menghilangkan kesakralitasannya yang kemudian ada anggapan bahwa agama merupakan suatu bentuk produk kebudayaan setempat Al-Manhaj Al-Tsaqafy.  Sebagai pegangan yang bertujuan untuk menciptakan suatu moral yang baik agar tersusun suatu tatanan kemasyarkatan yang tenang dan tentram, menghilangkan kebusukan konflik yang menyertai kehidupan. Karena agama di sini dianggap sebagai sesuatu yang harus ditaati, dengan begitu mereka marasa takut apabila melanggar ajaran yang mereka yakini. Sehingga agama seperti sebuah mitos yang diyakini umat, sebagaimana yang dinyatakan Tedi Khaliludin.
Islam salah agama yang diwahyukan oleh Tuhan dengan memberinya suatu pegangan sebagai bahan utama dalam kehidupan yang berupa kitab Al-Qur'an. Al-Qur'an sendiri merupakan kumpulan teks yang menjadi acuan dan pegangan keberagamaan umat islam. Di dalamnya banyak terkandung peradaban Arab pada saat itu, sehinngga pada saat disebut sebagai peradaban teks, di sini teks dianggap sebagai suatu rujukan yang sangat penting dalam upaya memahami agama Islam.
Kesakralan
Isi al-Qur'an mengandung pergolakan ilmiah dalam memahami pesan tuhan, yang kemudian dihubungkan dengan realitas yang tengah terjadi pada saat pembentukan teks. Karena peradaban islam adalah peradaban teks, bahkan Tedi Khaliludin menganggap bahwa sejarah yang ada di dalam al-Qur'an hanyalah sebuah cerita fikti belaka, yang mana itu hanya sebagai bahan renungan dalam menghadapi hidup. Maka perlu suatu perangkat atau metodologi ilmiah untuk membongkarkan konstruksi nalar yang menjadi bagian penting didalamnya.
Tidak selamanya teks al-Qur'an itu adalah sesuatu yang sakral, pembacaan terhadap teks tidak bisa terlepas dari konteks sejarah dan kebudayaan yang melingkupi teks tersebut. Pada saat kita memahami agama yang tercemin dalam teks yang tertulis tersebut maka akan tampak jelas keduniawian yang melekat dalam kontruksi nalar teks tersebut. Tujuan dari penyejarahan teks dilakukan agar bisa menyesuaikan dengan kondisi yang memang menjadi kenyataan historis umat manusia. Sehingga dalam memahami agama tidak harus mengambil dari teks, tanpa melihat yang tersirat dalam teks terbut.
Pada saat memahami teks itu, kita tidak bisa mengandalkan penafsiran secara literal, tetapi harus ada upaya untuk melakukan penafsiran secara hermeneutis atas kenyataan-kenyataan sosial dan budaya yang mengitari teks. Berarti teks yang didiam  selama ini dan dianggap sakral itu pasti menjadi obyek penafsiran manusia. Maka teks tidak lagi menjadi sesuatu yang didiam dan dianggap sakral, karena manusia memposisikan teks itu sebagai sesuatu yang harus dihubungkan dengan realitas. Lalu, teks itu menjadi sesuatu yang berhak untuk diutak-atik, bahkan tidak aneh lagi apabila kemudian teks tersebut kita tolak dalam beberapa pengamalan syari'ahnya yang cenderung menindas kemanusiaan dan keadilan dalam kehidupan.
Bila lebih dicermati lagi, menurut Tedi Khaliludin bahwa keadaan al-Qur'an sendiri sudah hilang murni kebenarannya karena ada intervensi dalam proses pentadwinannya, bahkan ada unsur politik di dalamnya. Intervensi manusia dalam pembukuan teks ini, dilogikan begini, jika sesuatu yang dipindahkan dengan lisan dan kemudian dipindah dalam bentuk tulisan maka akan terjadi ketidaksamaan, walaupun ketidaksamaannya itu cuma sedikit. Inilah logika yang dipakai yang kemudian dijadikan sebagai dasar  bahwa keoriginilan al-qur'an mendekati kebenaran.
Lokal dan Universal
Menurut Iman Fadlilah bahwa al-Qur'an mempunyai dua unsur, yaitu unsur lokal dan universal. Dari sini maka dapat dipahami bahwa yang ada di dalam teks, ada peraturan yang hanya berlaku untuk suatu tempat tertentu atau bersifat lokal dan ada peraturan yang berlaku untuk semua umat Islam atau sesuatu yang bersifat universal.
Sesuatu yang bersifat lokal di daerah tertentu itu tidak bisa diterapkan ke daerah yang lain karena ketidaksesuaian peraturan terhadap keadaan kebudayaan sehingga sulit untuk menerapkannya, berbeda dengan peraturan yang bersifat universal yang berlaku untuk semua umat islam.
Harus diakui memang sulit untuk mementukan yang mana peraturan yang bersifat lokal dan yang mana yang bersifat universal. Untuk mengetahui harus diperlukan ketelitian dalam menggali pesan Tuhan dengan mempertimbangkan berbagai metode analisis teks. Karena semakin besar prosentasi peraturan yang bersifat lokal maka semakin kecil yang universal sehingga lahan untuk ijtihad semakin luas. Tapi sebaliknya, jika semakin sedikit prosentasi peraturan yang bersifat lokal, maka semakin kecil pula lahan untuk berijtihad.
Berdasarkan sedikit pemaparan tersebut, maka alangkah baiknya kita lebih mencermati agama kita dengan lebih mendalam dalam mempelajari agama kita. Tidak cukup hanya menerima apa adanya tanpa mengetahui dasar pengambilan. Sebagai mahasiswa yang mempunyai sifat kritis semestinya lebih mengkritisi apa yang ada di lingkungan, termasuk mengkritisi agamanya sendiri. Apabila mendapatkan kesulitan dalam proses mendalami pengatahuan agama bisa bertanya kepada orang yang lebih berkompeten dalam bidang ilmu ini.


*  Tulisan ini ditulis pada tanggal 12 November 2010.
Share:

Catatan tentang Tantangan

Memaknai tantangan, berarti bagaimana kita menempatkan tantangan tersebut. Bahkan bagaimana tantangan ini hadir, apakah dihadirkan seseorang, atau dihadirkan kita sendiri, atau bahkan hadir secara sendiri.
Dari sini kita perlu memetakan tantangan itu sendiri berdasarkan datangnya tantangan. Pada dasarnya tantangan bisa dihadirkan oleh seseorang atau orang lain. Sebagai contoh kita diajak teman kita untuk mengikuti sebuah kompetensi. Hadirnya ajakan inilah awal dari sebuah tantangan yang kemudian apabila kita mengikuti kompetensi tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi diri kita.
Tantangan berikutnya, yakni tantangan dari diri kita sendiri. Tantangan ini lahir dari hati atau pikiran kita. Tantangan ini bisa berupa sebuah dorongan untuk melakukan sesuatu atau tantangan ini berupa ajakan untuk mengikuti sesuatu karena ada sebuah kesempatan. Di mana kesempatan ini dibuka untuk umum, sehingga kita sebagai penerima informasi merasa terdorong untuk mengikutinya. Di sinilah tantangan dari diri sendiri, maukah kita melakukan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Kemudian tantangan yang merupakan cobaan dari Allah. Tantangan ini bisa berupa kita cobaan dari Allah untuk menguji hamba-Nya. Mampukah hamba ini menghadapi cobaan atau tantangan ini. Nah di sinilah kita bagaimana memposisikan cobaan atau tantangan tersebut.
Sebagaimana yang sudah saya katakan di atas, bahwa memahami tantangan itu berarti bagaimana kita memposisikan tantangan itu sendiri. Apakah tantangan tersebut kita jadikan sebagai penghalang, ataukah sebagai tembok yang tidak bisa hadapi, ataukah itu sebuah tahapan untuk memasuki tahapan selanjutnya.
Mungkin kita masih ingat waktu kecil, ketika mau menghadapi ujian semesteran. Perasaan kita takut, takut tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Makanya kita berusaha belajar agar bisa mengerjakan soal tersebut. Ternyata setelah kita hadapi ujian tersebut, meskipun dalam keadaan terpaksa, tapi kita mampu menghadapinya.
Walaupun hasil yang kita capai tidak maksimal, meskipun demikian, dari sini kita dapat mengetahui seberapa kemampuan kita. Dan orang lain pun menjadi tahu dengan kemampuan kita. Makanya pada tahap berikutnya kita diberi tantangan lagi, yakni sebuah ujian berikutnya, karena kita dianggap mampu menghadapi tantangan yang sebelumnya.
Nah, dengan demikian, apabila kita ingin selalu siap dengan segala tantangan yang datangnya tidak kita duga sebelumnya, tentu kita harus mempersiapkan sedikit demi sedikit. Sebagai bekal, terlebih untuk menghadapi tantangan yang sudah jelas bahwa kita akan menghadapinya, tentu persiapan yang lebih lama, akan menjadikan hasil yang baik pula.
Mental dan percaya diri pun menjadi kunci untuk menghadapinya. Dalam pikiran kita, jangan sampai menganggap tantangan itu sebagai tembok yang tidak bisa dilewati, tapi anggaplah sebagai sesuatu yang harus dihadapi untuk menguatkan diri dari segala tantangan yang akan dihadapi. Semakin banyak tantangan yang kita hadapi, maka semakin banyak pula pengalaman kita. Dan tentunya kita semakin tahu kemampuan diri kita sendiri.
Dengan demikian, hadapilah semua tantangan yang ada di depan kita. Kalau pun perlu, carilah tantangan tersebut. Tentunya, tantangan tersebut harus yang berupa sesuatu yang dapat membuat diri kita semakin baik, baik dalam segala hal.
Share:

Catatan tentang Kenaikan Harga BBM

Pemerintah akan mulai memberlakukan pembatasan subsidi BBM pada bulan Maret tahun depan, setelah beberapa kali mengalami penundaan dan menelan anggaran negara. BBM bersubsidi hanya bisa dimanfaatkan oleh  kendaraan umum, roda dua dan nelayan. Kebijakan ini dikhususkan di wilayah Jabotabek, sehingga mobil plat hitam di wilayah Jabotabek tidak bisa mengonsumsi BBM besubsidi lagi.
Melihat ketidakserentakan pembatasan subsidi BBM yang akan dilakukan pemerintah, kemungkinan bisa memunculkan terjadinya distori yang menjadi ancaman bagi ketentraman kehidupan bermasyarakat. Sangat mungkin di daerah-daerah sekitar perbatasan Jabotabek yang tidak terkana pembatasan akan mangalami lonjakan permintaan.
Ketidakmerataan itu juga bisa memunculkan penimbunan oleh pihak yang tidak menghargai kebijakan pemerintah. Semua itu dilakukan dengan pemanfaatan kesempatan yang ada, karena pemerintahan sudah bertekad akan memberlakukan kebijakan ini ke seluruh Nusantara.  
Akses pada awal bulan Maret nanti harus diantisipasi dengan cermat. Kemungkinan ancaman itu akan serius menanti kedatangan pelaksanaan kebijakan ini, karena kredibilitas pemerintah dalam merencanakan, kebijakan ini sebenarnya terus mengalami penurunan. Sudah lama dirasakan subsidi BBM menekan anggaran negara dan cukup besar. Tekanan itu, mau tidak mau hanya bisa diminimalisir dengan mengurangi subsidi BBM.
Persoalannya, perencanaan itu sudah lama dicanangkan namun terus mengalami penundaan. Dan baru tahun depan akan dilaksanakan itu pun hanya di sebagian kecil wilayah. Apalagi bila distori itu dihubungkan dengan ancaman kenaikan harga-harga barang. Inilah yang dikhawatirkan, ancaman distori dapat menunda lagi rencana itu. Dan pastinya akan menelan anggaran negara ke sekian kalinya.
Kekhawatiran ini berpotensi memunculkan berbagai argumen yang saling menyalahkan, dampaknya kembali pada penurunan kredibilitas apabila solusinya sama yaitu dengan penundaan. Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah yang tepat untuk mengantisipasi terhadap dampak nagatif. Namun, tentunya bukan dengan kembali mengundurkan perencanaan ini seperti sebelumnya.
Tentunya, Pemerintah sudah mempersiapkan seluruh tehnis yang diperlukan untuk melaksanakan kebijakan ini, karena tidak mungkin melaksanakan kebijakan tanpa mempersiapkan kelayakan tehnisnya. Meskipun, tidak menghilangkan distori 100 persen dalam pelaksaannya nanti.
Berdalih dari perintah undang-undang Nomor 10 tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yakni volume konsumsi BBM bersubsidi tahun 2011 harus dipatok 38 juta kiloliter (Kompas: 17). Sehingga, Pemerintah diperkenankan untuk mengambil kebijakan yang harus dibutuhkan agar target bisa dicapai. Sebab, apabila kebijakan ini tidak secepatnya dilaksanakan, jelas ini akan mengakibatkan volume BBM bersubsidi melonjak.
Apabila menggunakan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi, maka ini akan memunculkan kenaikan harga-harga barang, dan jelas hal ini tidak disenangi masyarakat menengah kebawah. Serta, tidak ada undang-undang yang mengharuskan untuk menaikan harga BBM dalam pengambilan kebijakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sehingga kebijakan yang harus diambil adalah pengaturan konsumsinya.

Tidak mungkin, apabila kebijakan yang berupa pembatasan BBM bersubsidi harus ditunda lagi. Dengan dalih akan memunculkan ancaman distori dan infrastruktur yang kurang memadai. Dan harus berani menghadapi kekhawatiran yang akan muncul nantinya. Dan ini akan ditunda terus, bahkan kemungkinan akan sia-sia sebuah perencanaan yang telah menelan anggaran, kalau terus tidak berani menghadapi ancaman negatif. 



*Sebuah catatan yang ditulis pada tanggal 20 Desember 2010.
Share:

Catatan tentang Sesuatu yang Hakikat

Filsafat, secara garis besar mempunyai tiga cabang besar, salah satunya adalah teori hakikat, yang sering disebut dengan istilah ontologi. Objek-objek pengetahuan itu dipikirkan secara mendalam sampai pada hakikat objek tersebut. Inilah sebabnya pada bagian ini dinamak teori hakikat.
Ruang lingkup pembicaraan teori hakikat sangat luas sekali, segala yang ada yang mungkin ada, yang boleh juga mencakup pengatahuan dan nilai, untuk mencari sebuah hakikat pengetahuan dan hakikat nilai. Sebenarnya apa hakikat itu sendiri? Hakikat adalah sebuah realitas, maksudnya sebuah kenyataan yang sebenarnya. Jadi hakikat adalah kenyataan sebenarnya, keadaan sebenarnya sesuatu, bukan keadaan yang sementara atau keadaan yang menipu, bukan pula keadaan yang berubah-ubah.
Sebagaimana realitas sebuah benda, apakah hakikat dari benda itu sesuai dengan penampakannya atau sesuatu yang bersembunyi dibalik penampakan yang ditangkap oleh indera itu? Dari sebuah pertanyaan ini muncul beberapa aliran dengan berabagai pemikirannya.
Aliran materialisme, atau yang sering disebut juga aliran naturalisme. Menurut aliran ini bahwa hakikat dari benda itu adalah materi, benda itu sendiri. Adapun rohani, spirit, jiwa, dan sebangsanya itu muncul karena adanya benda tersbut. Rohani dan sebangsanya itu tidak akan ada seandainya tidak ada benda itu. Bagi aliran ini roh, jiwa, dan sebangsanya termasuk Tuhan tidak diakui adannya. Sebenarnya materialisme tidak menyangkal dengan adanya roh, jiwa termasuk juga Tuhan, tetapi itu semuanya muncul dari benda tersebut, sehingga tidak dianggap sebagai hakikat.
Sebaliknya idealisme menurut aliran ini hakikat benda adalah rohani, spirit atau sebagainya, jelas pendapat ini bersebrangan dengan materialisme. Aliran ini memberikan alasan bahwa materi ialah kumpulan energy yang menempatiruang, benda tidak ada yang adan energy itu saja. Ini salah satu alasan yang menjadi landasan mereka.
Berbeda lagi dengan aliran dualisme, sesuai dengan nama aliran ini bahwa yang merupakan hakikat dari benda itu ada dua, material dan immaterial, benda dan roh, jasad da spirit. Materi muncul bukan dari roh, begitu juga sebaliknya roh bukan muncul dari materi, sehingga keduanya sama-sama hakikat. Akan tetapi, kesulitan yang dihadapi aliran ini ialah menjawab pertanyaan: bagaimana kesesuian kedua-duanya seperti manusia? Menurut dualisme, itu sudah distel seperti tenaga dan jarum pada jam. Persoalannya yaitu, siapa yang menyetelnya? Bagaimana menyetelnya?
Dari kelemahan dualisme ini, mungkin para penganut aliran skeptisisme berpendapat bahwa manusia diragukan apakah manusia mampu mengetahui hakikat benda? Jawabnya mungkin dapat, mungkin tidak. Sedangkan aliran agnostisisme berpendapat manusia tidak dapat mengetahui hakikat benda, mungkin karena keterbatan manusia itu sendiri.
Inilah awal dari sebuah pencarian hakikat sesuatu, dari berbagai pendekatan yang telah diuraikan, semuanya itu bisa dikatakan benar karena masing-masing dari mereka memberikan sebuah alasan yang bisa dikatakan sama-sama kuat. Akan tetapi, ada dua aliran yang lebih bisa diterima alasannya, yaitu materialisme dan idealisme.
Sebagaimana hakikat manusia, menurut materialisme, hakikat adalah materi, jasad itulah. Maka manusia hakikatnya ialah yang kelihatan itu.  Rohani manusia memang ada, tetapi bukan hakikat. Kepuasan dan kebahagian terletak pada badan, jika badan hancur, maka selesailah manusia itu. Dan rohnya hilang bersaman dengan badan, tentu saja dari pernyataan ini tidak ada soal surge dan neraka. Idealisme sebaliknya, yang hakikat adalah rohnya, dan ini berujung pada pembenaran terhada adanya Tuhan.
Mengenai asal manusia, materialisme menyatakan material itulah, sedang manurut idealisme hidup manusia berasal dari Yang Hidup. Sehingga menurut materialisme mengenai tujuan manusia, menyatakan bahwa mati adalah hal yang amat sederhana, tetapi tidak demikian pada idealisme bahwa mati adalah sebuah lanjutan hidup di dunia ini. 

Dengan demikian, dari aliran-aliran ini tidak ada titik temunya, mereka saling menguatkan pendapatnya dan merasa aliaran merekalah yang paling benar. Sebab manusia memiliki indera, akal dan hati. Dengan apa yang dimilikinya dia bisa melakukan pemikiran terhadap sesuatu yang ada dan yang tidak ada untuk menemukan sebuah kebenaran yang hakikat. Akan tetapi, perlu adanya keseimbangan dalam penggunaan indera, akal dan hati supaya bisa menemukan sebuah pengetahuan yang hakikat. Apabila tidak ada keseimbangan, maka akan menghasilkan sebuah pengetahuan yang salah.
Share:

Catatan tentang Dinamika Politik Indonesia

Pasca diselenggarakannya pemilihan legislatif dan kemudian dilanjutkan pemilihan presiden menuai dampak yang signifikan dalam perpolitikan di Indonesia. Dari pemilihan umum tersebut, rakyat berharap dan menitipkan serta menyerahkan -secara paksa- suaranya kepada calon-calon yang kini telah duduk di Gedung Senayan.
Harapan rakyat, tidak lain adalah agar para wakil rakyatnya menyuarakan suara-suara mereka yang kecil agar didengar oleh pemerintah Indonesia. Sebenarnya hanya itulah harapan rakyat, tidak lebih, karena hanya kepada wakil rakyatlah mereka bisa berharap. Meskipun mereka merasa secara perlahan "dipaksa" untuk memilih di antara mereka yg dianggap tidak mampu membawa harapan rakyat, namun bagaimana lagi. Begitulah sistem yg ada di Indonesia.
Sebuah sistem yg dianggap demokrasi, namun sejatinya itu hanyalah demokrasi nisbi yang tidak pasti hakikat tujuannya. Rakyat pun semakin "jengkel" kepada wakil rakyat yang sekarang telah duduk manis di Gedung Senayan, sepertinya mereka harus terpaksa merelakan harapan itu. Panggung perpolitikan di Gedung Senayan semakin memanas, terlebih pasca kemenangan pasangan Jokowi-JK dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.
Wakil rakyat tampak lupa akan suara yang ia bawa ke Gedung Senayan, mereka lebih asyik menyuarakan kepentingan partai atau koalisinya. Kelupaan mereka akan pesan rakyat ia bungkus dengan rapi yang kelihatan seakan mereka memperjuangkan rakyat, padahal itu hanya cover yang disengaja untuk menutupi. Kemunafikan itu semakin tampak jelas ketika pertarungan dalam merebutkan kursi ketua DPR RI, dalam pemilihannya terpecah menjadi dua kubu. Dua kubu tersebut adalah Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat, kedua koalisi ini merupakan serentetan pajang mulai pertarungan sejak pemilihan legislatif pada 9 April 2014.
Setiap koalisi terdiri dari beberapa partai dan dari setiap partai terdiri dari anggota-anggota, di mana anggota partai tersebut duduk di gedung DPR RI. Mereka pun seperti bermusuhan dan saling menjatuhkan lawan koalisi tempat ia bergabung, tampak koalisi Indonesia Hebat kalah dalam pemilihan ketua DPR RI.
Sekarang masih ada pertarungan lagi, yakni perebutan kursi ketua MPR RI, tentu untuk mensukseskan kontestasi tersebut setiap anggota partai harus setia. Setia pada partai mereka yang telah membawa mereka ke tempat duduk yang mewah dengan segala fasilitas yang lengkap, di mana lagi kalau tidak di Gedung Senayan.
Dengan kondisi ini, harapan rakyat semakin pudar, harapan yang seharusnya diperjuangkan, naman justru dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok atau indvidu. Semoga keadilan selalu datang kepada orang-orang yang selalu dalam jalan kebenaran demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Share:

Catatan tentang Kita Sebagai Manusia

Manusia, dia adalah makhluk sosial yang tak mampu hidup di dunia ini tanpa menjalin kerja sama dengan manusia yang lain. Bahu membahu, mereka saling membantu dan memenuhi kebutuhan yang mereka butuhkan. Setiap manusia pun memiliki kebutuhan masing-masing. Kebutuhan tersebut tidak hanya berupa bantuan yang berbentuk materi, tapi juga kebutuhan yang berbentuk rohani. Kebutuhan rohani seperti, rasa kasing sayang antar manusia, saling memberikan motivasi, menghormati dan sebagainya.
Semua kebutuhan yang manusia harapkan, sepenuhnya ingin dipenuhi. Tak pelak apabila mereka saling meminta bantuan dan akhirnya saling membantu untuk memenuhi kebutuhannya.
Manusia, memiliki hati, indera dan akal. Ketiga alat ini yang menjadikan manusia berkembang. Namun dalam perjalanannya manusia terkadang muncul watak kebinatangannya, yakni ini menjatuhkan yang lain. Karena ia ingin berkuasa atas yang ada. Hal ini manusiawi, karena manusia di dalamnya ada watak ingin bekerjasama dengan sesama manusia dan ada watak ingin menguasai manusia yang lainnya.
Manakala, indera, hati dan akal tidak menyatu dalam diri manusia, maka manusia itu akan selalu ingin berkuasa. Terlebih jika akal sebagai ukuran, dan hawa nafsu yang telah menguasai hati nurani. Hal ini yang akan menjadikan manusia, menjadi manusia yang watak kebinatangannya akan lebih dominan.
Penyatuan indera, hati dan akal menjadi hal yang harus dilakukan oleh manusia untuk menyikapi segala hal yang manusia hadapi. Menempatkan ketiga kekuatan manusia itu akan menjatikan manusia lebih baik. Manusia yang tidak individual, namun menjadi manusia yang sosial.
Manusia yang mampu membantu manusia yang kurang mampu. Manusia yang kurang mampu tidak boleh mencuri harta dari yang sudah mampu. Perbedaan kemampuan dan kepemilikan menjadi sebuah keniscayaan yang harus disadari oleh setiap manusia. Kesadaran ini akan menjadi sebuah keharmonisan manakala dipahami oleh manusia. Sebab manusia tidak akan terjalin seling membantu dan saling menolong apabila tidak ada perbedaan kemampuan dan kepemilikan.

Semoga kita termasuk manusia yang peduli akan keadaan yang ada di sekeliling kita, alam kita, tetangga kita dan semuanya.
Share:

Popular Posts

HALAMAN CATATAN WACANA

Makalah

Info

Opini