Sebuah Catatan Kecil yang Menaburkan Kecerahan dalam Wacana Kehidupan

Seruan Damai dalam al-Qur'an

Al-Quran dalam berbagai tempat banyak yang berisi perintah kepada umat Islam untuk menjalin perdamaian dengan semua umat manusia dengan beragam agama, suku, maupun budaya. Dalam QS. Al-Baqarah 208 Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam perdamaian secara keseluruhan.”
Para mufassir berbeda pendapat dalam menafsirkan kata “al-silm” dalam ayat tersebut. Setidaknya dapat diringkas menjadi tiga pendapat; 1) Menurut Mujahid, Qatadah, al-Sudiy, al-Thabari, dan ulama lain, kata tersebut mengandung arti “Islam”. Jadi kandungan maknanya adalah perintah untuk masuk ke dalam agama Islam (udkhulu fi al-islam). 2) Menurut al-Rabi’ dan mufassir yang sependapat dengannya, kata tersebut berarti “kepatuhan”. Sehingga maknanya adalah perintah untuk patuh kepada Allah (udkhulu fi al-tha’ah). 3) Pendapat yang mengartikannya dengan “perdamaian.” Dengan demikian ayat tersebut mengandung perintah untuk menjalin perdamaian dan meninggalkan perang (udkhulu fi al-shulh wa tark al-harb).[1]
Masih berkelindan dengan kata “al-silm” para ulama juga berbeda pendapat dalam membacanya, apakah dengan dibaca kasrah sinn-nya (al-silm), atau dengan dibaca fathah sinn-nya (al-salm). Menurut ulama Kuffah, lafadz tersebut dibaca dengan sinn yang dibaca kasrah (al-silm). Sedangkan menurut sarjana Hijaz, Nafi’, Ibnu Katsir, al-Kisa’i, dan Abu Ja’far, huruf sinn kata tersebut dibaca fathah (al-salm). Menurut Ibnu ‘Atsur, sebagian ulama juga ada yang membacanya dengan sinn dan lam yang dibaca fathah (al-salam).[2]
Al-Thabari menjelaskan, kata tersebut jika huruf sinn-nya dibaca kasrah (al-silm) maka mengandung dua arti; yakni Islam dan damai. Tapi jika huruf sinn-nya dibaca fathah (al-salm) maka makna yang dikandung hanya satu, yaitu perdamaian dan tidak perang.[3]
Namun yang menjadi persoalan andai kata tersebut dipaksakan menggunakan arti “Islam (masuklah ke dalam agama Islam)” maka akan memunculkan kontradiksi dengan ayat kebebasan beragama, yakni QS. Al-Baqarah 256 “La ikraha fi al-din (Tidak ada paksaan dalam beragama).”
Di samping itu kandungan ayat tersebut juga akan rancu, karena yang diseru adalah orang-orang yang beriman (ya ayyuha al-ladzina amanu). Sehingga tidak mungkin jika orang yang sudah beriman diseru untuk masuk ke dalam agama Islam. Dengan demikian dapat dipahami bahwa kandungan makna yang tepat adalah perintah perdamaian.
Umat Islam diperintah untuk menjalin dan merawat perdamaian dengan penganut agama lain. Ketika para sahabat meminta kepada Nabi Muhammad Saw. untuk mengutuk orang musyrik Quraisy yang tidak henti-hentinya memusuhi umat Islam perdana, Nabi Saw. menyatakan:
إني لم أبعث لعانا، وإنما بعثت رحمة.
“Aku diutus bukan untuk mengutuk, tapi aku diutus untuk menebar kasih sayang.”[4]
Bahkan ketika para sahabat sudah tidak sabar ingin membalas penganiayaan yang dilakukan musyrik Quraisy, Nabi Muhammad Saw. bersabda:
لا تتمنوا لقاء العدو، وإذا لقيتموهم فاصبروا.
“Janganlah kalian berharap bertemu musuh, apabila kalian bertemu dengannya maka bersabarlah.”[5]
Memang jika terdapat sekelompok orang yang enggan melakukan perdamaian sebagaimana Yahudi saat merusak perjanjian damai dan memerangi umat Islam maka umat Islam diperintahkan untuk mengambil sikap melakukan perlawanan balik. Namun ini pun hanya sebatas langkah untuk mempertahankan diri dan usaha mengembalikan permusuhan itu ke dalam perdamaian. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al- Anfal 61:
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
Menurut al-Thabari, ayat ini turun ketika pemeluk agama Yahudi dari Bani Quraidzah meminta damai kepada Nabi Muhammad Saw. pasca mereka merusak perjanjian damainya.[6]



[1] Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta`wil al-Qur`an, Mu`assasah al-Risalah, cet. I, 2000, vol. IV, hal. 251-258. Muhammad Rasyid bin Ali Ridla, Tafsir al-Manar, Mesir: al-Hai’ah al-Mishriyah al-‘Ammah li al-Kitab, 1990, vol. II, hal. 204-206. Muhammad al-Thahir bin ‘Asyur, al-Tahrir wa al-Tanwir, Tunisia: al-Dar al-Tunisiyah li al-Nasyr, 1984, vol. II, hal. 275-278.
[2] Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta`wil al-Qur`an, Mu`assasah al-Risalah, cet. I, 2000, vol. IV, hal. 251-258. Muhammad al-Thahir bin ‘Asyur, al-Tahrir wa al-Tanwir, Tunisia: al-Dar al-Tunisiyah li al-Nasyr, 1984, vol. II, hal. 275-278.
[3] Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta`wil al-Qur`an, Mu`assasah al-Risalah, cet. I, 2000, vol. IV, hal. 251-258.
[4] Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, tt. vol. IV, hal. 2006.
[5] Abu Zahrah, Khatam al-Nabiyyin Shallallah ‘Alaih wa Sallam, Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, 1425 H. vol. II, hal. 515.
[6] Baca Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Ta`wil al-Qur`an, Mu`assasah al-Risalah, cet. I, 2000, vol. XIV, hal. 40-43.
Share:

Ayat-ayat Pluralisme


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutusmu kecuali untuk menebar kasih sayang kepada alam semesta” (QS. al-Anbiya’: 107)


هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ.
“Dialah yang menciptakan kalian. Maka di antara kalian ada yang kafir dan ada yang mukmin.” (QS. al-Taghabun: 2).


وَلَوْ شاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً واحِدَةً وَلا يَزالُونَ مُخْتَلِفِينَ، إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ.
“Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu” (QS. Hud: 118)


وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لآمَنَ مَنْ فِي الأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ.
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, niscaya semua orang di muka bumi seluruhnya beriman. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS. Yunus: 99).


لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا ولوشاء الله لجعلكم امة واحدة ولكن ليبلوكم فى ما آتكم فاستبقوا الخيرات الى الله مرجعكم جميعا فينبئكم بما كنتم فيه تختلفون
 “Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan.” (QS. al-Ma’idah: 48)


ولو شاء الله لجعلكم امة واحدة ولكن يضل من يشاء ويهدى من يشاء ولتسئلن عما كنتم تعملون
 “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. al-Nahl: 93)


ولكل وجهة هو مولها فاستبقوا الخيرات اين ما تكونوا يأت بكم الله جميعا ان الله على كل شيء قدير
 “Dan tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” (al-Baqarah: 148)


ياايها الناس انا جعلناكم من ذكر وانثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم ان الله عليم خبير

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal” (QS. al-Hujarat: 13)


Share:

Mendoakan Orang Meninggal

Mendoakan orang yang sudah meninggal suatu hal yang menjadi perbincangan masyarakat. Ada kelompok yang mengatakan bahwa mendoakan orang yang sudah meninggal tidak ada gunanya. Tapi ada kelompok yang mengatakan bahwa tetap ada gunanya mendoakan orang sudah meninggal.
Pada dasarnya berdoa dianjurkan oleh Allah, bahkan diharuskan untuk berdoa. Kita memohon kepada Yang Maha Pencipta. Memohon segala apa pun yang kita harapkan. Memohon ibaratnya kita meminta kepada Yang Maha Kuasa agar dikabulkan apa yang kita minta atau yang kita harapkan.
Waktu kecil saya masih inget, berdoa ibaratnya kita meminta kepada kepada orang tua kita. Nah kalau kita ingin orang tua kita mengabulkan permintaan kita, tentu kita harus serius meminta kepadany. Bahkan kita harus melakukan apa pun yang orang tua kita perintahkan. Kalau orang tua sudah melihat keseriuskan kita, maka orang tua kita akan memberikan apa yang kita minta. Tentu yang kita minta sesuatu yang baik, kalau mintanya sesuatu yang jelek, orang tua kita pasti tidak akan memberikan.
Dengan demikian, tidak ada salahnya kita memohon kepada Yang Kuasa. Bahkan Allah sudah mengfirmankan bahwa kita disuruh untuk berdoa "ud'uunii astajiblakum". Apabila kita berdoa belum dikabulkan berarti usaha kita belum maksimal. Maka kita harus lebih maksimal dan berusaha. Apabila doa kita dikabulkan, kita patut bersyukur kepada Yang Kuasa karena berkat kehendak-Nya kita mendapatkan sesuatu yang kita harapkan.
Nah begitu juga ketika mendoakan seseorang yang sudah meninggal. Ibaratnya kita memohon kepada Allah untuk memberikan ampunan segala doa yang telah dialami seorang mayit dan memasukkan ke surganya. Apabila Allah mengabulkan doa kita, betapa bahagianya kita dan seorang mayit tersebut. Tentu kita selalu berharap untuk dikabulkan doa kita. Kalaupun seandainya doa kita untuk mayit tidak dikabulkan, tentu kita tidak tidak bisa mengetahuinya. Yang jelas kita berharap yang baik.
Apakah salah berharap dan memohon yang baik? Tentu yang tidak mau berharap itu yang patut dipertanyakan. Nah bagi kelompok yang mengatakan bahwa mendoaka orang sudah meninggalkan tidak sampai, apakah mereka mau seandainya keluarga mereka ada yang meninggal kemudian didoakan yang tidak baik, misal didoakan tidak diampuni doanya dan dimasukkan di neraka. Pasti mereka tidak mau.
Kenapa mereka tidak mau? Katanya doa kita tidak ada gunanya, kalau kalau memang tidak ada gunanya kenapa mereka tidak mau apabila nanti keluarganya atau mereka meninggal kemudian didoakan bersama-sama yang tidak baik.
Dari sini mungkin bisa kita pahami, bahwa ketika mendoakan orang yang sudah meninggal itu salah satu usaha kita untuk berbuat baik kepada yang sudah meninggal. Berdoa ini bertujuan baik untuk si mayit.
Maka dari itu, yakinkan lah bahwa doa yang kita panjatkan itu ada pengaruhnya. Tentu kita harus berusaha untuk meraih apa yang kita panjatkan. Melakukan yang terbaik, berusaha dengan baik. Jadi usaha dan doa harus seimabng. Doa itu ibaratnya sesuatu yang melancarkan, sehingga apa yang kita harapkan semakin cepat kita dapatkan. Maka dari itu doalah dan jangan lupa berusaha.
Share:

Hati-hatilah Ketika ke Kamar Mandi

Di akhir bulan Februari 2015, ada sebuah kejadian yang menimpa teman saya (saya rahasiakan namanya). Kejadian itu sungguh di luar yang dibayangkan, bahkan teman saya itu tidak menyadari akan terjadi seperti kejadian ini.
Teman saya itu adalah seorang penjaga masjid di salah satu masjid yang ada di Ngaliyan Semarang. Penjaga masjid, atau yang merawat masjid atau orang-orang menyebutkan dengan istilah ta'mir masjid. Ia tinggal di masjid tersebut, ia mendapat kepercayaan untuk menjaga dan merawat masjid tersebut.
Selain itu juga ia seorang guru di sebuah SD di salah satu SD yang ada di Ngaliyan. Bahkan ia sambil melajutkan jenjang pendidikan ke Pascasarjana di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Semarang. Ia melanjutkan program pascasarjana ini karena mendapatkan beasiswa rektor perguruan tinggi tersebut, karena prestasinya yang telah mendapatkan nilai tertinggi di fakultasnya. Sekarang ini ia sudah memasuki semester 2.
Namun, kejadian yang tak terduga ia alami. Dia mengalami patah tulang ketika jatuh di kamar mandi. Kejadian ini berawal setelah ia selesai nyuci baju. Kemudian ia hendak masuk ke kamar mandi, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh. Ia pun masih duduk dan tak merasakan apa-apa. Ketika ia berniat mau berdiri, namun ia tak mampu karena kaki kanannya tidak dapat digerakkan.
ia pun berteriak untuk memanggil temannya. Namun pada saat itu temannya tidak ada di situ. Teman-temannya sudah pada berangkat ke kampus. Ia pun mulai kesakitan dan sudah merasakan kalau kaki kanannya tidak bisa digerakkan.
Ia tak mampu bergerak, dan bersuara pun tak ada yang mendengar. Karena pada saat itu memang temannya sedang pada keluar. Ia pun masih di kamar mandi, merasakan kesakitan yang berada di selakang kaki kanan.
Setelah beberapa jam kemudian, temannya datang. Temannya kaget setelah menemui dia berada di kamar mandi yang sedang kesakitan. Ia pun menanyakan kenapa bisa terjadi padanya. Karena temannya tak mampu mengangkatnya sendirian dan karena rasa takut dan panik. Temannya memanggil tetangga untuk membantu menangkatnya. Akhirnya dianggakt dan kemudian di bawa ke rumah sakit.
Ternyata, patang tulang di selakangannya itu menurut doktor harus dioperasinya. Akhirnya dia pun dioperasi di rumah sakit tersebut yang ada di Semarang di mana ia dirawat. Hingga tulisannya ini dishare, ia masih berbaring di rumah sakit. Untuk proses penyembuhan. Semoga dia cepat sembuh dan bisa berkatifitas kembali. Aamiin.
Itulah kejadian yang dapat menimpa semua orang. Kejadian yang sering orang mengalami. Sehingga kita semua harus sangat peduli dengan diri kita dan juga kondisi kamar mandi kita. Terlebih kita pasti setiap hari ke kamar mandi. Karena ke kamar mandi menjadi kebutuhan setiap orang dalam keseharian.
Berangkat dari kejadian ini, kita bisa sama-sama mengambil pelajaran yang sangat berharga. Bahwa berhati-hatilah apabila ke kamar mandi. Dalam Islam mengajurkan sebelum masuk ke kamar mandi berdoa terlebih dahulu. Doanya "Allahumma inni A'udzubika minal khubutsi wal khabaits."
Selain itu, jagalah kebersihan kamar mandi. Jangan sampai kondisi kamar mandi licin. Karena kondisi kamar mandi yang licin inilah yang bisa menjadikan kita jatuh di kamar mandi. Lebih-lebih kamar mandinya terbuat dari kramik, ini sangat mengkahawatirkan dan sangat berbahaya karena rawat licin manakala tidak dibersihkan.
Tidak hanya itu saja, buanglah sampah-sampah yang ada di kamar mandi. Sampah itu seperti plastik sabun, ato yang lain, karena hal itu dapat membuat jatuh manakala diinjak oleh kaki. Maka dari itu tidak ada salahnya apabila kita membuang sampah yang ada di kamar mandi.
Dengan demikian, jagalah kebersihan kamar mandi kita semua. Minimal seminggu sekali kita membersihkan kamar mandi. Ini sebagai langkah hati-hati kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tentu kita semua tidak menginginkan jatuh di kamar mandi, karena hal itu tentu sakit.

Begata nyamannya ketika kita mandi di tempat yang bersih. Oleh karena itu, rawatlah dan jagalah kebersihan kamar mandi kita. Karena hal itu akan membawa manfaat bagi kita. Semoga kita dijauhkan dari musibah dan selalu diberi kesehatan oleh-Nya, Aamiin.
Share:

Pernyataan Bijak dalam Memandang Perbedaan



“Bila engkau menganggap Allah ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir, Allah tidak perlu disesali kalau Dia ‘menyulitkan’ kita. Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya, yang ditakuti berubah adalah persepsi manusia atas hakikat Allah dengan kemungkinan kesulitan yang diakibatkannya.”
(Al-Hujwiri)

Agama dan iman yang terbuka adalah mawar di dalam hati manusia yang tidak pernah layu. Hubungan terkuat antara individu-individu yang membentuk keluarga, masyarakat dan bangsa adalah cinta. Sebaliknya keluarga, masyarakat dang bangsa hancur apabila tanpa cinta
(Fethullah Gulen)

Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia? Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad, serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya”
(Mahatma Gandhi)

“Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”

(UUD 1945 Pasal 28E, Ayat 1 dan 2)
Share:

Masa Depanmu Ada di Usahamu

Pada zaman sekarang ini, banyak sekali orang bingung mendapatkan pekerjaan, dengan alasan bermacam-macam. Ada yang beralasan tidak memiliki modal, basic pendidikan yang rendah, tidak percaya diri kemampuan yang ia miliki, dan lain sebagainya. Semuanya inilah yang juga menjadikan seseorang tersebut menjadi takut untuk melangkah dalam berusaha.
Sebenarnya justru hal-hal yang menjadikan seseorang menjadi tidak maju. Ia akan merasakan tak mampu melakukan. Bahkan memaksakan dirinya untuk tidak bergerak dan menunggu pangggilan atau yang mengajaknya untuk berusaha.
Ini jelas sebuah keanehan yang harus dihilangkan. Dia belum mencobanya sudah merasa tak bisa. Kalau pun belum bisa melakukannya, ia latihan dulu sehingga ia bisa melakukan dan mengerjakan. Selain itu, karena tidak punya modal, modal bisa minjam atau melakukan kerjasama dengan orang lain.
Kalau kita bertindak jujur dan dapat dipercaya bahkan menjalankan dengan, baik pasti banyak orang yang akan membantu. Terlebih, kalau orang-orang sudah melihat nyata dan tahu sendiri bahwa engkau adalah orang yang jujur, dapat dipercaya, mengerjakan tepat waktu dan melakukannya dengan baik. Pasti semua akan memberikan modal atau bahkan memberikan pekerjaan.

Butuh Bukti
Memang, semuanya itu membutuhkan bukti. Misal, orang itu dikatakan tidak baik, maka anggapan seperti itu muncul tidal serta merta. Tetapi ada hal-hal yang menjadikan seseorang beranggapan atau berkesimpulan kalau dia tidak baik. Hal-hal itu bisa berupa tindakan atau ucapan yang itu bagi suatu kelonpok tertentu dianggap telah menyalahi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku. Sehingga hal-hal demikian harus dijauhi.
Begitu juga sebaliknya, seseorang itu dianggap baik, manakala ia selalu melakukan tindakan dan pengucapan yang baik. Sehingga orang menilai padanya bahwa orang ini dapat dipercaya. Kepercayaan inilah sebuah nilai yang mahal, ia tidak tertulis dalam sebuah tetapi kepercayaan itu muncul dalam diri seseorang yang menilainya.
Tidak adalah salahnya kita mengerjakan dengan baik sesuatu yang kita lakukan. Justru itu yang akan menjadikan kita bangga pada diri kita sendiri. Kebanggaan inilah yang menjadikan seseorang menjadi percaya diri bahwa ia mampu melakukan dan mengerjakannya.
Pada satu sisi, potensi yang ia miliki ini bisa meyakinkan orang lain untuk membantunya. Tentu dibuktikan dengan sebuah tindakan yang mampu membuat orang lain yakin. Karena orang lain pasti tidak akan membantu kalau yang dimintai bantuan itu tidak jelas. Ketidakjelasan ini dalam artianya ia belum membuktikan sama sekali potenti yang menunjukkan ia mau berusaha melakukan yang terbaik.
Pada sisi yang lain, ketika engkau melakukan dan mengerjakan sesuatu, sehingga menghasilkan sebuah karya yang layak untuk dibanggakan. Maka pasti banyak orang akan melihat dari hasil usahamu. Bahkan ini menjadi sebuah nilai tersendiri yang menjadikan orang lain beranggapan bahwa engkau dapat dipercaya ketika diembankan sebuah tugas.

Usaha akan Berbuah Hasil
Semua usaha pasti akan menghasilkan sesuatu. Atau dengan bahasa lain, ada sebab pasti akan ada akibatnya. Begitu juga ketika kamu mau berusaha, pasti nanti ada hasilnya. Sekecil apa pun usaha itu pasti ada hasilnya. Tentu usaha yang besar akan menghasilkan hasil yang besar pula.
Nah sekarang tergantung kalian semua, mau usaha atau tidak. Kalau tidak mau usaha, ya siap-siaplah kalian akan menikmati perasaan itu. Tapi kalau mau berusaha, maka tunggulah hasil dari usahamu. Pasti kalian akan merasa bangga dan akan melakukan lebih baik dari usaha yang telah kamu lakukan.


"Masa depanmu ada di usahamu"
Share:

Dinamika Kekosongan Kuasa

Identitas Buku
Judul               : The Casual Vacancy
Penerjemah   : Esti A. Budihabsari, Andityas Prabantoro, Rini Nurul Badariah.
Penerbit         : Qanita, Mizan
Tebal Hal.       : 593 halaman
ISBN                : 9786029225686
JK. Rowling penulis buku fenomenal Harry Potter, tepat pada tanggal 27 September 2012 launching karya barunya yang berjudul The Casual Vacancy. Buku ini berbeda dengan buku Harry Potter. Kalau Harry Potter seakan kita diajak dalam dunia sihir, sedangkan buku ini tidak. Meskipun demikian, buku yang diperuntukkan orang dewasa ini berhasil menyihir para pembaca. Sehingga tidak mengherankan apabila novel dewasa pertama JK. Rowling ini sebagai The Best Fiction 2012 Reders Choice Awards Goodreads.
The Casual Vacancy yang diterjemahkan menjadi “Perebutan Kursi Kosong” merupakan karya fiksi yang menceritakan kehancuran di balik topeng sebuah kota kecil yang diberi nama kota Pagford, kota yang indah, bersih, penuh dengan moralitas yang tinggi, berpendidikan, bebas pecandu narkoba dan tidak ada anak berandalan. Dari luar, Pagford terlihat damai khas Inggris dengan alun-alun, jalanan berbatu dan biara kuno. Kondisi ini berbeda dengan kota Field yang saling berdempetan, namun hubungan kedua kota tersebut tidak harmonis. Dalam kedamaian kota Pagford tersembunyi perang yang berkecamuk. Orang kaya melawan orang miskin, remaja melawan orang tua, isteri melawan suami, guru melawan murid. Kesemuaan itu tidak sedamai yang terlihat dari luar.
Berbeda dengan buku-buku fiksi yang ada, JK. Rowling langsung membuka cerita dengan membunuh tokoh utama, yaitu Barry Fairbrother. Barry Fairbrother adalah anggota dewan kota Pagford yang secara mendadak meninggal di parkiran luar restoran klub golf, The Birdie. Ia meninggal di usianya yang baru awal empat puluhan. Barry meninggal karena terkena penyakit aneurisme, yaitu pecahnya pembuluh darah otak. Ia mempunyai seorang istri bernama Marry Fairbrother dan empat anak.
Keluarga Barry sangatlah berduka dan merasa kehilangan, begitu juga sahabat-sahabatnya yaitu Gavin Hughes, Tessa, Colin Wall, Parminder Jawanda dan dua anggota tim dayung SMA Winterdown yang dimentori oleh Barry yaitu Jawanda dan Krystal Weedon. Dibalik itu, istri Barry menyimpan rasa tidak suka pada sikap Barry yang peduli dengan keluarga Weedon yang tinggal di Fields, khususnya Krystal tersebut yang merupakan muridnya. Selain Krystal di SMA ada tokoh-tokoh yang lain seperti  ada Stuart Wall, yang biasa di panggil Fats, Andrew Price biasa disapa Andrew, Sukvinder, Gaia, dan lain-lain.
Di sisi lain, ada juga yang tersenyum yaitu para dewan anggota yang selalu bertentangan dengan pendapat dengan Barry, yaitu Howard dan istrinya, Shirley. Mereka membenci Barry karena selalu bersikeras mempertahankan Fields tetap menjadi bagian kota Pagford.
Ternyata, Barry dulu berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah retak di Fields. Namun ia mampu berprestasi dan bangkit sehingga menjadi anggota dewan kota Pagford. Barry pun ingin warga Fields diberi kesempatan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Keinginan yang mulia dari Barry terancam setelah kematiannya. Kursi kosong Barry menjadi rebutan dan memicu konflik di Pagford. Lambat laun tampaklah rahasia gelap dan sifat-sifat asli tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita.
Setelah kematian Barry, ada keinginan dari penduduk Pagford untuk mengisi bangku Barry. Nama-nama yang muncul adalah Simon Price, Howard Mollison, Miles Mollison dan Colin Wall. Namun tiba-tiba muncul Id The Ghost of Barry Fairbrother yang membuka aib memalukan tentang para calon pengganti Barry. Dimulai dengan Andrew Price membuka kedok ayahnya, Simon Price dengan menulis tentang komputer curian yang dibeli oleh ayahnya di situs dewan distrik. Disusul Stuart Wall alias Fats membuka rahasia sakit jiwa ayahnya Collin Wall. Diakhiri oleh Andrew dengan berita tentang perselingkuhan Howard Millison dan Maureen Lowe.
Tiba saatnya pemilihan, akhirnya Miles memang sebagai pengganti Barry. Namun Samantha Mollison, isteri Miles menyatakan dengan tegas ketika dia mengkonfrontasi suaminya, “Kau tidak pantas menggatikan Barry Fairbrother. Dia tulus”. Dan kemenangan Miles pun di rayakan juga di pesta ulang tahun Howard Mollison.
Di pesta Howard, Andrew dikejutkan dengan penghianatan Fats, ia bercinta dengan Gaia. Padahal Fats tahu bahwa Andrew sangat mencintai Gaia. Pagi yang cerah, tiba-tiba Obbo datang ke rumah Krystal untuk menemui Terry. Obbo adalah sahabat baik Teery, begitu dekatnya dia dengan Obbo, Terri pun tak percaya bahwa Obbo telah memperkosa anaknya, Krystal. Ketika Krystal melihat Obbo, dia langsung ke luar rumah membawa Robby adik kecilnya. Krystal takut kalau Robby akan diperlakukan tidak baik oleh Obbo, dia pun mengajak kabur Robby. Dalam keadaan bingung, Krystal mau membawa Robby ke mana, akhirnya ia memutuskan untuk menemui Fats. Ia ingin bersetubuh dengan Fats dan berharap menjadi istrinya.
Fats terkejut karena Krystal membawa adiknya Robby. Dia berpikir Robby akan mengganggunya saat mereka melakukan persetubuhan. Akhirnya Robby ditinggal Krystal dan Fats, Krystal menyuruh Robby untuk diam di bangku pinggir jalan dengan di temani coklat yang sudah dibeli Krystal. Sedangkan Krystal dan Fats, melakukan persetubuhan di semak-semak dekat sungai tak jauh dari tempat mereka meninggalkan Robby. Sambil mengawasi Robby, Krystal terus menikmati persetubuhan mereka dengan Fats tanpa menggunakan kondom. Namun di saat mereka sedang melakukan persetubuhan, Robby mendatangi Krystal dan merengek minta minum. Dan Krystal pun memarahi Robby karena merasa mengganggu persetubuhan mereka, Robby pun diusir. Robby pun pergi, namun Krystal panik karena merasa telah kehilangan Robby. Tidak disangka, ketika Robby menyusuri sebuah sungai, dia malah terjatuh dan tenggelam. Dan Robby pun tewas mengenaskan. Krystal pun merasa bersalah, dan melakukan aksi bunuh diri di kamar mandi rumahnya.
Fats, yang merasa bersalah juga atas kematian Robby sangat terpukul. Fats pun akhirnya mengakui semua kesalahan-kesalah yang telah dia lakukan kepada Colin ayahnya. Tessa yang mengetahui anaknya telah melakukan kesalahan yang memalukan, merasa marah terhadap Fats. Dan ia pun memberitahu Fats bahwa Fats bukanlah anak kandung mereka, Tessa dan Colin. Tessa memberitahu bahwa Fats adalah anak hasil hubungan inces yang mereka adopsi. Tessa merasa bahwa Fats adalah anak yang tidak tahu diuntung.
Fats pun juga memberitahukan bahwa di balik The Ghost of Barry Fairbrother adalah dia.  Dan Gaia yang mengetahui Fats penyebab kematian Robby, merasa muak telah bercinta dengannya. Dan berfikir kenapa dia tidak bercinta dengan Andrew saja.
Rahasia-rahasia yang terpendam keluar dan menghakimi kawan dan lawannya. Tidak ada yang tulus maupun jujur dalam menjalankan kehidupan mereka, tidak seperti Barry Fairbrother. Hal ini lah yang membuat buku ini tidak hanya perebutan yang diperlihatkan oleh Rowling, melainkan apa yang terjadi di dalam sebuah komunitas ketika satu-satunya orang yang dengan tulus peduli pada kesejahteraan segenap masyarakat dan berada pada posisi yang tepat untuk melakukan perubahan-perubahan, tiba-tiba saja ditiadakan.
Novel yang berisikan enam bagian ini tidak ada tokoh utama, tokoh utama sudah mati pada bagian pertama. JK Rowling menegaskan inilah kondisi kekosongan itu, tidak ada jagoannya dalam cerita ini. Semua tokoh dalam karangan fiksi ini, yang jumlahnya lebih dari 30 puluh seakan menjadi tokoh utama. Setiap tokoh tersebut saling berkaitan dan punya sisi baik, sekaligus sisi gelap dalam dirinya, sehingga pembaca sulit untuk memihak siapapun.
Dengan bahasa yang sangat vulgar dalam mendiskripsikan setiap keadaan seperti adegan persetubuhan, makian, konsumsi narkoba, kekerasan rumah tangga dan sebagainya. Inilah yang menjadikan alasan kenapa buku ini diperuntukkan orang dewasa. Akhirnya Rowling mengakhiri ceritanya dengan keadaan menggantung. Banyak sekali tokoh-tokoh dalam ceritanya ini belum menemukan ending-nya. Meskipun demikian, Novel ini mampu mendeskripsikan sebuah kisah fiktif yang terjadi di kota Pagford terasa sangat riil dan sangat mirip dengan kehidupan nyata yang sukar sekali ditebak akhirnya.



*Muhamad Zainal Mawahib
Share:

Menelusuri Jejak Kezuhudan Isa al-Masih

Identitas Buku
Judul               : Kezuhudan Isa al-Masih dalam Literatur Sufi Suni Klasik
Pengarang      : Hasyim Muhammad
Penerbit         : RaSAIL
Cetakan          : I, Februari 2014
Halaman         : xx + 364
ISBN                : 978-979-1332-71-2

Sosok Isa al-Masih adalah figur manusia kontroversial yang ditampilkan berbeda dalam tradisi Islam dan Kristiani. Dalam keyakinan umat Kristiani, Isa al-Masih diposisikan sebagai figur sentral. Sosoknya dianggap merepresentasikan figur ilahi yang manusiawi, Tuhan mengejawantahkan dalam diri Isa al-Masih untuk menyelamatkan umat manusia dari segala bentuk keburukan dan penderitaan. Keyakinan yang demikian berbeda dalam Islam, Isa al-Masih ditampilkan sebagai figur manusia yang menempati tingkatan spiritual tertentu. Tidak lain ia adalah salah satu dari nabi yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kebenaran bagi umat manusia.
Pandangan yang demikian, berbeda bagi para sufi dalam memandang sosok Isa al-Masih ini. Bagi para sufi, Isa al-Masih merupakan teladan yang sangat populer dalam mengukuhkan doktrin asketis (zuhud) para sufi pada periode klasik. Setidaknya hal ini tergambar dalam banyak literatur, terutama di dalam literatur sufi suni klasik yang banyak menceritakan pesan-pesan dan kisah kehidupan asketis Isa al-Masih sebagai salah satu penguat sandaran doktrin asketisnya.
Buku yang berjudul “Kezuhudan Isa al-Masih dalam Literatur Sufi Suni Klasik” ini, tidak membahas perbedaan keyakinan dalam memposisikan Isa al-Masih, baik perspektif Islam maupun kristen. Namun menampilkan sisi lain, yakni sisi asketis yang ditampilkan oleh Isa al-Masih dalam kehidupan.
Dalam salah satu riwayat Ibnu Qutaibah, dalam memandang gemerlapnya dunia, Isa al-Masih pernah mengatakan bahwa sesungguhnya terpujilah orang yang melihat dengan hatinya, namun tidak terpesona dengan apa yang dilihatnya. Lebih lanjut dalam riwayat yang lain dikemukakan bahwa Isa al-Masih pernah mengkritik orang-orang yang berpakaian biarawan namun tidak mencerminkan dalam hatinya. Isa al-Masih mengatakan, mengapa kaliang datang kepadaku dengan pakaian biarawan, sementara hatimu seperti serigala dan binatang buas. Berpakailah seperti raja dengan hati yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. (hal. 138)
Pesan yang ditampilkan oleh Isa al-Masih jelas menunjukkan bahwa ukuran kezuhudan seseorang tidak ditunjukkan dengan pakaian yang dikenakan. Namun lebih pada sikap batin yang tertanam dalam diri seseorang, tentang dengan harta benda duniawi yang nisbi dan ketundukan pada titah Tuhan yang hakiki.
Sebenarnya sikap yang benci dan menghindar dari dunia itu tidak berarti harus menghindarinya secara fisik. Namun cara pandanglah yang berbeda, kemewahan dunia yang dimiliki atau tidak dimiliki tidak mempengaruhi batin manusia. Sehingga manusia atau seoarang yang zuhud itu boleh memiliki harta benda namun tetap hatinya tidak boleh sampai merasa terbelenggu dengan apa yang ia miliki.
Selain itu, dalam riwayat As-Samarqandi yang berkaitan dengan kekuasaan, Isa al-Masih pernah mengatakan bahwa seorang penguasa seharusnya tidak berbuat keji, karena kepada mereka seharusnya umat manusia mencari perlindungan, tidak seharusnya pula mereka berbuat sewenang-wenang, karena kepadanya umat mengharapkan keadilan (hal. 121).
Dalam riwayat lain, Isa al-Masih pernah menyampaikan yang berisi tentang pesan terhadap para penguasa atau pemimpin. Isa al-Masih berpesan agar para pemimpin senantiasa siap berada di belakang orang-orang yang dipimpinnya, sebagaimana para penggembala yang senantiasa berada di belakang gembalaannya (hal. 122).
Pasan yang secara eksplisit yang ditujukan kepada para pemimpin ini sangat penting untuk dipahami dan diamalkan oleh semua pemimpin. Sebab yang dapat mengatur keadaan suatu bangsa atau sekelompok orang adalah pemimpinnya itu sendiri. Apabila pemimpin tersebut mampu memposisikan dirinya dengan baik, maka kesejahteraan bangsa akan terwujud. Dan sebaliknya, apabila pemimpinya serakah dan suka berbuat sewenang-wenang, maka ketidaksejahteraan akan melanda bangsa tersebut.
Buku yang ditulis oleh Hasyim Muhammad ini secara spesifik menggali konsep-konsep kezuhudan Isa al-Masih yang tergambar di beberapa riwayat yang terdapat di dalam literatur klasik. Dengan pendekatan hermeneutika produktif buku ini berupaya mengkaji nilai-nilai asketis yang terdapat di dalam kisah kezuhudan Isa al-Masih tersebut untuk dapat lebih dipahami substansinya. Pemahaman secara substantif sangat diperlukan agar kezuhudan yang merupakan doktrin spiritual yang bersifat universal dapat dipahami dan diamalkan dalam konteks kekinian.
Selain itu, buku ini juga ingin menjadikan doktrin zuhud yang semula terkesan melangit untuk bisa dibumikan, sehingga sikap zuhud tidak hanya layak dimiliki oleh orang-orang dengan tingkat spiritual tertentu, tetapi bisa dipahami dan diamalkan oleh setiap orang yang beriman yang mendambakan kedamaian hakiki dan kedekatan dengan Tuhan Yang Maha Esa.  



*Muhamad Zainal Mawahib
Share:

Alamat Donwload Referensi Asing

Literatur atau referensi yang berbahasa Inggris masih sedikit sekali kita di jumpai di perpustakaan yang ada di Indonesia. Bukan berarti tidak ada, tetap ada namun terbatas. Kalaupun kita mau membeli itu jelas mahal karena biaya paling banyak termakan di ongkosnya.
Nah bagi kalian yang suka dan ingin mencari referensi berbahasa Inggris jangan khawatir. Anda bisa memanfaatkan alamat-alamat donwload online yang bisa anda manfaatkan untuk mencari referensi yang ingin anda cari.
Bagi yang suka sekali dengan referensi yang berbahasa inggris dan gratis pula, silahkan silah mencarinya di alamat berikut ini. Ketik saja buku atau majalah judul majalah yang ingin anda cari di kolom pencarian. Selamat mencoba dan mencari. Semoga alamat-alamat ini bisa membantu dan memberikan manfaat bagi kalian semua.
2. Bookfi
Share:

Rekosntruksi Paradigma Gerakan Mahasiswa

Sedih, itulah yang dirasakan bila merenungkan keadaan "Pesawat Indonesia" sekarang ini. Sudah setengah abad lebih terbang di udara dengan membawa setumpuk impian. Tapi belum juga sampai ke planet impian yang dituju dan diidam-idamkan para penumpang. Padahal potensi "modal" yang dimiliki sangat besar, bahkan lebih jika hanya untuk terbang menuju ke "planet demokrasi".
          Kegelisahan sudah tak dapat dibendung dengan kesabaran untuk segera sampai ke planet impian. Mungkin karena dirasa pesawat Indonesia sudah terlalu di pesawat, para penumpang pun menyuarakan bermacam-macam komentar, baik melalui "pramugari", maupun langsung kekediaman "pilot pesawat". Mereka menginginkan pilotnya untuk diganti karena dinilai kurang tegas dalam mengambil keputusan. Ada yang bilang salah salah satu anggota birokrasi yang menyulap dirinya menjadi "tikus". Dan juga ada yang merasa "kucing" penangkap tikus tidak mampu berkutik, karena ada dugaan "dihipnotis" dengan mantra suap.
            Mungkin sebagai penumpang yang seharusnya dilayani ada yang percaya dan menerima segala keputusan dari pilot pesawat dan para anggota birokrasinya, dan ada yang melawan dengan segala cara karena mereka merasa amanah yang diyakin kepada birokrasi telah dihianati. Mereka pun sebagai penumpang yang merasa ada kejanggalan tak mau berdiam diri, suara rintihan hati pun bergemuruh di mana-mana sebagai wujud demokrasi.
Seperti inilah kurang lebih gambaran keadaan negeri kita sekarang ini. Apa kita sebagai rakyat, khususnya bagi penyandang gelar akademik membiarkan saja negeri tanah kelahiran kita yang berada di "zona krisis"?. Sungguh tragis bila bersikap merasa tak tahu dan tak acuh dengan keadaan yang semakin memperhatikan. Semestinya, rakyat yang merupakan salah satu unsur pokok berdirinya negara harus ikut andil partisipasi sebagai wujud nasionalime. Tidak ada gunanya keberadaan rakyat dalam negara demokrasi, jika masih jadi "patung hiasan". Yang keberadaannya sebagai pelengkap terbentuknya sebuah negara.
Sebenarnya, semua warga negara demokrasi mempunyai suara dalam pengambilan keputusan, baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Partisipasi tersebut dibangun berdasarkan prinsip demokrasi yakni kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat secara konstruktif. Suara rakyat dapat bermuara dalam seluruh aspek pembangunan, termasuk dalam sektor-sektor kehidupan sosial lainnya selain kegiatan politik.
Salah Kaprah
Sudah semestinya mahasiswa penyandang "kalung "sarjana berperan sebagai "advokat" rakyat. Dengan sifat kritis yang melekat dalam diri mereka, sehingga tak heran bila mereka disebut sebagai agent sosial of change yang berkewajiban untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dan akhirnya, tindakan demonstrasi selalu dilakukan dengan memanggul setumpuk pesan rakyat. Akan tetapi, ketika kepentingan rakyat yang seharusnya diperjuangkan, malah hal tersebut dikesampingkan. Maka perjuangan itu pun pada akhirnya akan jadi  sia-sia.
Tak asing lagi di telinga kita, pemberitaan terhadap demontrasi yang berujung kerusuhan kerap kali tampil di media massa. Bahkan tindakan anarkisme yang ditampilkan antara kubu mahasiswa dengan kubu aparat keamanan kerap diwarnai dengan korban luka-luka. Dan lebih memalukannya lagi, sampai nyawa pun dijadikan "tumbal". Ini terjadi karena bertindak kedua belah kubu hanya mengedepankan ego masing-masing, tanpa mengimbanginya dengan akal dan hati
Suara rakyat yang semestinya diperjuangkan pun pada ujungnya terlantarkan di kolong "harapan". Seakan yang tergambar dari wujud demokrasi adalah demonstrasi "tinju" antara aparat keamanan dan mahasiswa. Karena itu para "wise men of greece" semacam Plato dan Aristoteles lebih menyukai tata-politik monarki ketimbang demokrasi. Menurutnya menyerahkan otoritas kepada rakyat sama saja dengan "merestui" timbulnya anarkisme.
Rekonstruksi Paradigma
Demokrasi memang bukan segala-galanya, sistem ini hanyalah sebagian kecil jalan (tools) tata politik dalam sebuah sistem kekuasaan. Sistem demokrasi berdiri memang bukan tanpa cacat seperti yang dikritikan. Meskipun demikian, sistem inilah yang dinilai terbaik dari berbagai sistem yang ada. Demokrasi baru bisa berjalan "normal" jika akal sehat manusia juga "normal". Jika akal dan jiwa manusia sakit, maka demokrasi pun tak akan pernah berjalan.
Ketika mahasiswa ingin menjadi seorang pejuang agaliter dan keadilan, sudah seharusnya mahasiswa melakukan pembenahan paradigma dalam menyuarakan rintihan rakyat. Akal sehat dan hati jangan pernah dikesampingkan pada saat demonstrasi. Bila ini dipegangi kedua kubu, wujud demokrasi akan menyertai dalam demonstrasi. Dan aparat akan menyambut mahasiswa seperti tamu dari jauh dengan membawa setumpuk keluhan.
Sarana media cetak jangan sampai terlupakan di pikiran para penyandang sarjana. Mereka bisa memanfaatkan rubrik yang disediakan oleh redaktur. Dalam rubrik ini mereka bisa menuangkan segala unek-unek dalam hatinya secara kritik-konstruktif. Selain pesannya dapat tercurahkan tanpa harus membuang keringat, dia juga secara tidak langsung telah melatih pikirannya dalam menanggapi keadaan secara dengan obyektif. Dari sini, diharapkan suara rakyat pun pada akhirnya bisa tersampaikan, tanpa harus ada adu jotos antar mahasiswa dan aparat keamanan. Dengan ini, kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat akan terealisasikan.
Share:

Popular Posts

HALAMAN CATATAN WACANA

Makalah

Info

Opini