Sebuah Catatan Kecil yang Menaburkan Kecerahan dalam Wacana Kehidupan

Catatan tentang Ramadlan

Dalam hal tertentu, manusia akan merasa semangat melakukan suatu hal yang baru. Terlebih apabila sesuatu yang baru itu merupakan hal yang pertama kali atau sesuatu yang awal yang ia akan lakukan. Salah satu contohnya, seperti halnya dalam bulan ramadlan kita melakukan puasa, tarawih dan tadarusan. Seorang muslim pada awal bulan ramadlan ia tentu akan merasa semangat untuk menjalankan rutinitas bulan puasa tersebut. Bahkan ia menjalankannya pada waktu yang tepat dan penuh antusias.
Namun setelah berjalan beberapa hari, semakin hari semakin terasa berat untuk dijalankan. Perasaan ini akan selalu muncul sebagai dalam benak muslim yg selalu menggoda orang muslim. Sekali ia lengah dan terlena oleh godaan tersebut yang mengganggu kontinuitas dalam rutinitas ini maka ia akan semakin terninakbobokan olehnya. Untuk menghadapi godaan ini, sifat semangat untuk menjalankan ibadah-ibadah dan sifat kontinuitas ini harus terus ditingkatkan setiap muslim.
Semakin akhir bulan ramadlan godaan itu akan semakin kuat, sehingga mungkin ini alasan kenapa lailatur qadar itu di letakkan di akhir-akhir bulan Ramadlan. Bagi yang terlena tentunya ia bisa jadi akan melewatkan lailatul qadar ini. Lailatur qadar yang menurut beberapa ulama diletakkan di hari gajil pada 10 hari terakhir bulan Ramadlan. Ketika kita tidak meningkatkan sifat kontinuitas dalam ibadah maka semakin kecil kesempatannya untuk mendapatkan lailatul qadar.

Maka dari itu, marilah semua umat muslim untuk selalu meningkatkan semangat beribadah kita. Karena kita sekarang sudah menginjak hari ke-22 bulan Ramadlan. Dan semoga kita dapat mendapatkan lailatul qadar, lailatul qadri khairun min alfi syahr. Amin. 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

HALAMAN CATATAN WACANA

Makalah

Info

Opini