Sebuah Catatan Kecil yang Menaburkan Kecerahan dalam Wacana Kehidupan

Catatan tentang Tantangan

Memaknai tantangan, berarti bagaimana kita menempatkan tantangan tersebut. Bahkan bagaimana tantangan ini hadir, apakah dihadirkan seseorang, atau dihadirkan kita sendiri, atau bahkan hadir secara sendiri.
Dari sini kita perlu memetakan tantangan itu sendiri berdasarkan datangnya tantangan. Pada dasarnya tantangan bisa dihadirkan oleh seseorang atau orang lain. Sebagai contoh kita diajak teman kita untuk mengikuti sebuah kompetensi. Hadirnya ajakan inilah awal dari sebuah tantangan yang kemudian apabila kita mengikuti kompetensi tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi diri kita.
Tantangan berikutnya, yakni tantangan dari diri kita sendiri. Tantangan ini lahir dari hati atau pikiran kita. Tantangan ini bisa berupa sebuah dorongan untuk melakukan sesuatu atau tantangan ini berupa ajakan untuk mengikuti sesuatu karena ada sebuah kesempatan. Di mana kesempatan ini dibuka untuk umum, sehingga kita sebagai penerima informasi merasa terdorong untuk mengikutinya. Di sinilah tantangan dari diri sendiri, maukah kita melakukan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Kemudian tantangan yang merupakan cobaan dari Allah. Tantangan ini bisa berupa kita cobaan dari Allah untuk menguji hamba-Nya. Mampukah hamba ini menghadapi cobaan atau tantangan ini. Nah di sinilah kita bagaimana memposisikan cobaan atau tantangan tersebut.
Sebagaimana yang sudah saya katakan di atas, bahwa memahami tantangan itu berarti bagaimana kita memposisikan tantangan itu sendiri. Apakah tantangan tersebut kita jadikan sebagai penghalang, ataukah sebagai tembok yang tidak bisa hadapi, ataukah itu sebuah tahapan untuk memasuki tahapan selanjutnya.
Mungkin kita masih ingat waktu kecil, ketika mau menghadapi ujian semesteran. Perasaan kita takut, takut tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Makanya kita berusaha belajar agar bisa mengerjakan soal tersebut. Ternyata setelah kita hadapi ujian tersebut, meskipun dalam keadaan terpaksa, tapi kita mampu menghadapinya.
Walaupun hasil yang kita capai tidak maksimal, meskipun demikian, dari sini kita dapat mengetahui seberapa kemampuan kita. Dan orang lain pun menjadi tahu dengan kemampuan kita. Makanya pada tahap berikutnya kita diberi tantangan lagi, yakni sebuah ujian berikutnya, karena kita dianggap mampu menghadapi tantangan yang sebelumnya.
Nah, dengan demikian, apabila kita ingin selalu siap dengan segala tantangan yang datangnya tidak kita duga sebelumnya, tentu kita harus mempersiapkan sedikit demi sedikit. Sebagai bekal, terlebih untuk menghadapi tantangan yang sudah jelas bahwa kita akan menghadapinya, tentu persiapan yang lebih lama, akan menjadikan hasil yang baik pula.
Mental dan percaya diri pun menjadi kunci untuk menghadapinya. Dalam pikiran kita, jangan sampai menganggap tantangan itu sebagai tembok yang tidak bisa dilewati, tapi anggaplah sebagai sesuatu yang harus dihadapi untuk menguatkan diri dari segala tantangan yang akan dihadapi. Semakin banyak tantangan yang kita hadapi, maka semakin banyak pula pengalaman kita. Dan tentunya kita semakin tahu kemampuan diri kita sendiri.
Dengan demikian, hadapilah semua tantangan yang ada di depan kita. Kalau pun perlu, carilah tantangan tersebut. Tentunya, tantangan tersebut harus yang berupa sesuatu yang dapat membuat diri kita semakin baik, baik dalam segala hal.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

HALAMAN CATATAN WACANA

Makalah

Info

Opini