Sebuah Catatan Kecil yang Menaburkan Kecerahan dalam Wacana Kehidupan

Menyikapi Perbedaan dengan Bijak

Perbedaan adalah keniscayaan. Perbedaan adalah sunnatullah. Perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Begitulah adanya perbedaan selama ini, sehingga perbedaan menjadi hal yang biasa.

Akan tetapi perbedaan ini seperti pisau yang bermata dua. Pisau bagi seorang koki digunakan untuk memotong-motong sayuran dan tercipta masakan yang enak sekali. Lain halnya pisau ketika dipegang orang yang tak punya hati, pisau digunakan pada hal-hal yang tidak bertanggung jawab, seperti digunakan untuk melukai orang lain.

Begitu halnya perbedaan di kalangan manusia yang bermacam-macam pula. Bagi seseorang yang memiliki hati dan meyakini perbedaan adalah keniscayaan, maka perbedaan ini disikapi dengan bijak dan tenggang rasa. Tidak perlu memaksa orang lain untuk ikut dengan pendapatnya, apalagi pemaksaan dengan cara yang ucapan kotor dan tindakan yang tak diperkenankan.

Perbedaan ini akan diperlakukan dengan cara lain ketika ada orang yang tidak mengakui keniscayaan perbedaan dan tidak merenungkan hakikat perbedaan itu sendiri. Perbedaan ini diolah sedemikian rupa, sehingga perbedaan ini menjadi sebuah sesuatu masalah yang besar. Sesuatu yang semestinya tidak perlu dipermasalahkan, namun baginya dibesar-besarkan, yang seolah-olah itu sesuatu yang asing dan tidak biasa terjadi di kehidupan manusia.

Orang yang seperti ini masih banyak di Indonesia. Orang-orang seperti ini yang bisa merusak kesatuan dan persatuan Indonesia. Kemajemukan di Indonesia adalah anugrah dan kekayaan bangsa. Apalagi kemajemukan dan perbedaan ini digaung-gaungkan olehorang yang menyatukan pendapat dan kelompok, maka bangsa ini akan selalu diwarnai oleh kecurigaan.

Orang atau kelompok yang memperbesar perbedaan ini perlu disikapi bersama. Manakala dibiarkan maka kelompok atau orang yang demikian akan semakin menjadi-jadi berbuat seenak saja. Kekompok seluruh elemen masyarakat untuk mengkampanyekan perbedaan menjadi sebuah keharusan. Saling mengingatkan demi perdamaian dalam perbedaan dengan sesama bangsa Indonesia menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan. Merawat kemajemukan dan perbedaan yNg merupakan kekayaan bangsa ini sudah menjadi keharusan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Slogan "perbedaan adalah rahmah dan membawa berkah bagi semua manusia" akan menjadi kenyataan manakala disikapi dengan bijak dan bajik dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

HALAMAN CATATAN WACANA

Makalah

Info

Opini