Sebuah Catatan Kecil yang Menaburkan Kecerahan dalam Wacana Kehidupan

Hukum dan Dalil-dalil yang Menerangkan tentang Majelis Dzikir


Dalam Kitab al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa majelis dzikir dan duduk di dalamnya hukumnya sunah (mustahab), sebagaimana disunahkannya melakukan amalan dzikir. Dalil-dalil yang menerangkan tentang masalah ini banyak sekali, di antaranya:

Dalil al-Qur’an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا الَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا) ۴۱ (وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا) ۴۲(

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. al-Ahzab [33]: 41-42).

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. al-Kahfi [18]: 28).

Mengenai dalil yang terdapat di dalam al-Qur’an di atas, Imam ath-Thabari --dalam Tafsir al-Tabhari-- memberikan tafsiran bahwa, “Tenangkanlah dirimu wahai Muhammad bersama shahabat-shahabatmu yang duduk berdzikir dan berdoa kepada Allah di pagi hari dan sore hari. Mereka dengan bertasbih, tahmid, tahlil, doa dan amal shalih serta shalat wajib dan amal lainnya, yang mereka itu hanya mengharapkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala, dan bukan menginginkan keduniawian.”

Sedangkan Imam Ibnu Katsir --dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir-- ketika menafsirkan ayat ini berkata, “Yakni duduklah kamu bersama orang-orang yang mengingat Allah seraya mengagungkan, memuji, menyucikan dan membesarkan serta memohon kepada-Nya di setiap pagi dan petang hari dari kalangan hamba-hamba-Nya, baik mereka itu orang-orang fakir ataupun orang-orang kaya, orang-orang kuat atupun orang-orang lemah.”


Dalil Hadits
Hadits 1
عَنْ ‏ ‏أَبِي هُرَيْرَةَ ‏قَالَ ‏قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ‏صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً يَطُوْفُوْنَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُوْنَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوْا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوْا إِلَى حَاجَتِكُمْ قَالَ فَيَحُفُّوْنَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُوْلُ عِبَادِيْ قَالُوْا يَقُوْلُوْنَ يُسَبِّحُوْنَكَ وَيُكَبِّرُوْنَكَ وَيَحْمَدُوْنَكَ وَيُمَجِّدُوْنَكَ قَالَ فَيَقُوْلُ هَلْ رَأَوْنِيْ قَالَ فَيَقُوْلُوْنَ لاَ وَاللهِ مَا رَأَوْكَ قَالَ فَيَقُوْلُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِيْ قَالَ يَقُوْلُوْنَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوْا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيْدًا وَتَحْمِيْدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيْحًا قَالَ يَقُوْلُ فَمَا يَسْأَلُوْنِيْ قَالَ يَسْأَلُوْنَكَ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُوْلُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُوْلُوْنَ لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُوْلُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُوْلُوْنَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوْا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيْهَا رَغْبَةً قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُوْنَ قَالَ يَقُوْلُوْنَ مِنَ النَّارِ قَالَ يَقُوْلُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُوْلُوْنَ لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُوْلُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُوْلُوْنَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوْا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً قَالَ فَيَقُوْلُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّيْ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ قَالَ يَقُوْلُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ فِيْهِمْ فُلاَنٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ هُمُ الْجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ ‏

“Dari Hurairah ra berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan, mereka senantiasa mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka mendapati suatu kaum sedang berdzikir kepada Allah, maka mereka akan saling berseru, “Mintalah hajat kalian.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Lalu para malaikat itu mengelilingi dengan sayap-sayap mereka hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Lalu Tuhan mereka menanyakan kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka, “Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Mereka menyucikan, membesarkan, memuji dan mengagungkan-Mu.” Allah bertanya lagi, “Apakah mereka pernah melihat-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Demi Allah, mereka tidak pernah melihat-Mu?” Allah bertanya lagi, “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Seandainya mereka pernah melihat-Mu, tentu mereka akan lebih bersungguh-sungguh beribadah, mengagungkan dan semakin banyak menyucikan-Mu.” Allah bertanya lagi, “Apa yang mereka minta pada-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Mereka memohon surga-Mu.” Allah bertanya lagi, “Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku?” Para malaikat menjawab, “Belum wahai Tuhan kami.” Allah bertanya lagi, “Bagaimana jika mereka telah melihat surga-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Tentu mereka akan lebih bersungguh-sungguh memohon dan menginginkannya.” Allah bertanya lagi, “Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Dari neraka-Mu.” Allah bertanya lagi, “Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Demi Allah mereka belum pernah melihat neraka-Mu.” Allah bertanya lagi, “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku?” Para malaikat itu menjawab, “Tentu mereka akan semakin lari dan takut pada neraka itu.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku sudah mengampuni mereka.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan lagi, “Lalu sebagian dari malaikat itu ada yang berkata, “Wahai Tuhan kami, di antara mereka terdapat si Fulan, ia bukanlah termasuk orang-orang yang berdzikir, hanya saja ia kebetulan datang karena ada kepentingan (duduk bersama mereka).” Lalu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara karena orang itu ikut duduk bersama mereka.” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam Kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani memberikan komentar:

وَفِي الْحَدِيْثِ فَضْلُ مَجَالِسِ الذِّكْرِ وَالذَّاكِرِيْنَ وَفَضْلُ اْلاِجْتِمَاعِ عَلَى ذَلِكَ وَاَنَّ جَلِيْسَهُمْ يَنْدَرِجُ مَعَهُمْ فِيْ جَمِيْعِ مَا يَتَفَضَّلُ اللهُ تَعَالَى بِهِ عَلَيْهِمْ اِكْرَامًا لَهُمْ وَلَوْ لَمْ يُشَارِكْهُمْ فِيْ أَصْلِ الذِّكْرِ

“Hadits tersebut mengandung keutamaan majelis-majelis dzikir, orang-orang yang berdzikir dan keutamaan berkumpul untuk berdzikir, orang yang duduk, akan masuk dalam golongan mereka dalam semua apa yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada mereka, karena memuliakan mereka, meskipun ia tidak mengikuti mereka dalam berdzikir.” (Fath al-Bari, Juz 11, halaman 213).


Hadits 2
عَنْ أَبِي هُريْرةَ وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عنْهُمَا قَالاَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Dari Abu Hurairah dan dari Abu Said al-Khudri ra berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan diliputi oleh para malaikat, dan Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka, memberikan ketenangan hati dan memujinya di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR Imam Muslim).


Hadits 3
عَنْ أَنَسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا، قَالَ وَمَارِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ
“Dari Anas ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bila kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah. Shahabat bertanya, “Apa taman surga itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Majelis dzikir.” (HR Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi).

Hadits 4
عَنْ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصحَابِهِ فَقَالَ: مَا أَجْلَسَكُمْ ؟ قَالُوْا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ وَنَحْمَدُهُ علَى مَاهَدَانَا لِلإِسْلاَمِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا، قَالَ آللهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلاَّ ذَاكَ؟ قاَلُوْا وَاللهِ مَا أَجْلَسْنَا إِلاَّ ذَاكَ، قَالَ أَمَا إِنِّيْ لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَلِكنَّهُ أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ الله يُبَاهِيْ بِكُمُ الْمَلاَئِكَةَ

Dari Muawiyah ra yang berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu ketika keluar menuju suatu golongan yang berhimpun dari kalangan shahabat-shahabatnya, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah yang menyebabkan kalian semua duduk ini?” Para shahabat menjawab, “Kami duduk untuk berzikir kepada Allah, juga memuji pada-Nya karena telah menunjukkan kami semua kepada Islam dan mengaruniakan kenikmatan Islam itu pada kami.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Apakah, demi Allah, kalian semua duduk di sini hanya karena itu?” Sesungguhnya aku bukannya meminta sumpah dari kalian semua karena meragukan kalian, tetapi Jibril datang padaku dan memberitahukan bahwasanya Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat.” (HR Imam Muslim, Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan Imam Nasa’i).


Hadits 5
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍِ قَالَ إِنَّا لَعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ هَلْ فِيْكُمْ غَرِيْبٌ؟ يَعْنِيْ اَهْلَ الْكِتَابِ، قُلْنَا لاَ يَا رَسُوْلَ الله، فَأَمَرَ بِغَلْقِ الْبَابِ، فَقَالَ ارْفَعُوْا أَيْدِيَكُمْ فَقُوْلُوْا لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، فَرَفَعْنَا أَيْدِيَنَا سَاعَةً ثُمَّ وَضَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ، ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ ِللهِ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ بَعَثْتَنِيْ بِهَذِهِ الْكَلِمَةِ وَأَمَرْتَنِيْ بِهَا وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهَا الْجَنَّةَ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادِ، ثُمَّ قَالَ أَبْشِرُوْا فَإِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لَكُمْ

“Dari Syaddad bin Aus ra, ia berkata, “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau berkata, “Apakah di antara kalian ada orang asing? (Yang dimaksud adalah Ahli Kitab). Kami menjawab, “Tidak ada ya Rasulullah.” Beliau kemudian memerintahkan kami agar mengunci pintu dan berkata, “Angkatlah tangan kalian, lalu katakan Laa ilaaha illallaah!” Kami mengangkat tangan beberapa saat, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya, lalu bersabda: “Alhamdulillah, ya Allah, sesungguhnya Engkau mengutusku dengan membawa kalimat tauhid ini, Engkau memerintahkannya kepadaku dan menjanjikanku surga karenanya, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji.” Kemudian beliau bersabda, “Bergembiralah, sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian.” (HR Imam Ahmad, Imam al-Hakim, Imam Thabrani dan Imam al-Bazzar).


Hadits 6
‏بَابُ ‏التَّكْبِيْرِ أَيَّامَ ‏مِنًى ‏وَإِذَا غَدَا إِلَى ‏عَرَفَةَ. ‏وَكَانَ ‏عُمَرُ ‏رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ‏يُكَبِّرُ فِي قُبَّتِهِ ‏بِمِنًى ‏فَيَسْمَعُهُ أَهْلُ الْمَسْجِدِ فَيُكَبِّرُوْنَ وَيُكَبِّرُ أَهْلُ اْلأَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ ‏‏مِنًى ‏ ‏تَكْبِيْرًا ‏‏

‘Bab membaca takbir pada hari-hari Mina dan ketika berangkat ke Arafah. Bahwasanya Umar ra membaca takbir di kubahnya di Mina, lalu orang-orang di dalam masjid mendengarnya, maka mereka pun bertakbir, dan orang-orang yang ada di pasar juga bertakbir sehingga gema takbir mengguncang Mina…” (HR Imam Bukhari).


Berdasarkan dalil-dalil di atas, rasanya jumlah sekian itu sudah lebih dari cukup untuk menegaskan bahwa berdzikir secara berjamaah di dalam suatu majelis adalah amaliah yang telah ada sejak masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyallaahu ‘anhum. Dengan demikian pantas bagi kita menolak pemahaman yang disebarluaskan oleh sekelompok orang saat ini yang mengatakan bahwa majelis dzikir itu bid’ah.


Share:

Niat Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Berikut ini niat melakukan shalat gerhana matahari (kusufisy-syams) atau gerhana bulan (khusufil-qamar), ketika menjadi imam atau ma’mum.
Niat Shalat Gerhana Bulan menjadi Imam
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal li khusufil qamari imaman lillahi ta’ala

Niat Shalat Gerhana Bulan menjadi Makmum
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal li khusufil qamari makmuman lillahi ta’ala

Niat Shalat Gerhana Matahari menjadi Imam
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal li kusufisy syamsi imaman lillahi ta’ala

Niat Shalat Gerhana Matahari menjadi Makmum
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal li kusufisy syamsi makmuman lillahi ta’ala

Share:

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjama'ah, lebih utama lagi dilaksanakan di masjid. Disunnahkan mandi sebelum berangkat shalat gerhana. Tidak disunnahkan adzan dan iqomah ketika akan melaksanakan shalat gerhana, tetapi cukup dengan seruan “Asshalatu Jami'ah”.
Imam shalat gerhana disunnahkan dengan suara keras saat membaca Al-Fatihah dan Surat untuk gerhana bulan dan dengan suara lirih untuk gerhana matahari. Menurut madzhab Hambali, Khottobi dan Ibnu Mundzir disunnahkan keras juga pada shalat gerhana matahari.

Berikut ini adalah tata cara shalat gerhana, baik gerhana bulan (khusuf) maupun gerhana matahari (kusuf):
  1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu.
  2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
  3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, ”Ash-shalatu jaami'ah.”
  4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufisy-syams) atau gerhana bulan (khusufil-qamar), menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى
  1. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
  2. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.
  3. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali
  4. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin dan ar-Rahman, lalu raka’at kedua membaca al-Waqiah dan al-Mulk
  5. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah.
Share:

Hal Yang Dimakruhkan Ketika Terjadi Gerhana

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk shalat, memperbanyak dzikir, dan doa. Ada suatu riwayat hadits dari Aisyah ra, berikut ini:
أَنَّ النَّبِيَّ  لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Dari Aisyah ra berkata, “Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits di atas, para ulama menghukumi shalat gerhana, baik gerhana bulan (khusuf), maupun gerhana matahari (kusuf) sebagai sunah mu'akkadah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Habib Zen bin Semit dalam At-Taqriratus Sadidah fi Masa’ilil Mufidah:
حكمها سنة مؤكدة ولو لمنفرد، ويكره تركها، وتسن جماعة وفي مسجد وإن ضاق
Artinya, “Hukum shalat khusuf dan kusuf adalah sunah muakkadah meskipun dikerjakan seorang diri. Sementara meninggalkannya makruh. Mengerjakan shalat gerhana berjamaah di masjid sangat dianjurkan walaupun tempatnya sempit.”

Lantaran shalat gerhana dianjurkan, para ulama menyebutkan sebagai amalan yang sunah muakkadah, maka meninggalkannya bisa dimakruhkan. Dengan demikian, apabila mendapati fenomena ini (baca: Fenomena Langit di Tahun 2018), yakni Gerhana Bulan pada Rabu, 31 Januari 2018 (Baca: Waktu Terjadinya Gerhana Bulan 31 Januari 2018) nanti kita diharapkan untuk shalat secara berjamaah dan memperbanyak dzikir dan do’a.

Share:

Hukum Melakukan Sebuah Amalan Dzikir dengan Dalil Hadits Dhaif

Para ulama dari golongan muhadditsin (para ahli hadits) dan fuqaha’ (para ahli hukum) dan ulama yang lain mengatakan:
“Hukumnya boleh dan sunah (mustahab) sebuah amalan dzikir yang dapat meningkatkan amal baik (al-fadla’il), kecintaan (a;-targhib) dan peringatan (al-tarhib) berdasarkan hadits dhaif (lemah), dengan catatan hadits dhaif tersebut tidak sampai pada derajat hadits maudlu’ (palsu)”

Berbeda halnya dengan masalah hukum halal, haram, jual-beli, nikah, talak dan yang serupa, harus berdasarkan hadits yang shahih atau hasan, kecuali dalam hal-hal yang menyangkut ikhtiyath (kehati-hatian), sebagai contoh ada hadits dhaif yang menerangkan makruh tentang sesuatu yang menyangkut jual-beli dan pernikahan, maka sebaiknya disunahkan (mustahab) baginya tidak melakukannya tetapi tidak wajib meninggalkannya.


Share:

Catat, 20 Fenomena Langit di Tahun 2018

Di Tahun 2018, banyak sekali fenomena alam yang akan diperlihatkan oleh langit kepada penghuni Bumi, termasuk di Indonesia. Setidaknya akan ada 20 Fenomena Langit yang bisa menjadi pemandangan yang tidak biasa yang dapat kita amati dari Bumi. Oleh karena itu, mari kita mulai membuat agenda pengamatan di Indonesia untuk tahun 2018.

FENOMENA 1
SELASA, 2 JANUARI 2018 - SUPERMOON
Supermoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama pada jarak terdekat dari Bumi atau perigee. Karena berada dekat maka bulan purnama ketika supermoon terlihat sedikit lebih besar dan terang. Memasuki awal tahun ini akan terlihat supermoon terbesar dan paling terang selama tahun 2018. Diameter sudutnya mencapai 33,5 menit busur. Supermoon hari ini juga menjadi yang terbesar dan paling terang sejak tahun 2016 hingga 2034. Puncak supermoon berlangsung Selasa pagi pukul 09:24 WIB. Dan di Indonesia lebih baik jika mengamati sebelum puncak supermoon antara Senin malam sampai Selasa pagi.

FENOMENA 2
KAMIS, 4 JANUARI 2018 - HUJAN METEOR QUADRANTID
Bumi bulat dan mengelilingi Matahari bersama benda angkasa lainnya. Dan ketika Bumi melintasi orbit suatu komet atau asteroid, maka debu yang ditinggalkan bakal tertarik gravitasi bumi. Debu-debu itu kemudian terbakar dalam atmosfer menjadi hujan meteor. Quadrantid adalah hujan meteor pertama tahun ini. Puncak Quadrantid berlangsung mulai Kamis dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 120 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Bootes di langit utara. Sayang puncak Quadratid terjadi tidak lama setelah bulan purnama. Sehingga Bulan bisa menjadi sumber polusi cahaya yang membuat meteor redup sulit terlihat.

FENOMENA 3
RABU, 31 JANUARI 2018 - BLUEMOON
Jangan terkecoh! Meski bluemoon berarti bulan biru namun Bulan sama sekali tidak terlihat biru. Bluemoon adalah istilah untuk bulan purnama kedua dalam periode satu bulan masehi. Sebelumnya bulan purnama telah terjadi pada awal Januari. Dan hari ini, pada akhir Januari kembali terjadi bulan purnama. Fenomena bluemoon juga menandakan bahwa ada sebaran bulan purnama yang padat dalam suatu tahun masehi. Sebagaimana tahun ini yang memiliki 13 bulan purnama. Lebih banyak sebab umumnya dalam satu tahun hanya terjadi 12 bulan purnama.

FENOMENA 4
RABU, 31 JANUARI 2018 - SUPERMOON
Apa? Supermoon lagi? Ya! Jika supermoon sebelumnya terjadi pada awal Januari, kini supermoon kembali terjadi pada akhir Januari. Sehingga selama Januari ada dua supermoon sekaligus. Supermoon kali ini memang tidak sebesar supermoon sebelumnya. Namun perbedaan masing-masing tidak jauh. Supermoon hari ini memiliki diameter sudut 33,2 menit busur. Dan menjadi supermoon terbesar dan paling terang kedua tahun ini. Puncak supermoon terjadi Rabu malam pukul 20:26 WIB. Dengan begitu kita di Indonesia bisa mengamati supermoon saat puncaknya berlangsung.

FENOMENA 5
RABU, 31 JANUARI 2018 - GERHANA BULAN TOTAL
Gerhana bulan pertama di Indonesia bisa disaksikan hari ini. Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra bumi. Peristiwa ini menyebabkan cahaya matahari terhalangi Bumi menuju Bulan. Namun karena Bumi memiliki lapisan atmosfer maka cahaya matahari mengalami pembiasan. Kemudian warna merah yang merupakan gelombang terpanjang (sesuai urutan mejikuhibiniu) diteruskan ke Bulan. Dengan begitu Bulan akhirnya berubah warna dari putih menjadi merah ketika gerhana bulan total berlangsung.

Hari ini gerhana bulan total terlihat di langit timur sebelum tengah malam di Indonesia. Gerhana bulan sebagian akan terlihat lebih dulu mulai pukul 18:48 WIB. Kemudian gerhana bulan total terlihat antara pukul 19:51 s.d 21:08 WIB. Durasi gerhana bulan total adalah 1 jam 16 menit dengan magnitudo gerhana 1,3 dan diameter sudut 33,2 menit busur. Selesai itu gerhana bulan sebagian kembali terlihat hingga pukul 22:11 WIB sekaligus menjadi akhir seluruh tahapan gerhana. Beruntung seluruh tahapan gerhana bulan bisa terlihat di seluruh Indonesia. Sehingga kita semua bisa mengamati Bulan ketika mulai merah, merah semua, hingga kembali terang.

Uniknya gerhana bulan total hari ini akan terjadi bersamaan dengan supermoon dan bluemoon. Jadi nanti kita bisa melihat Bulan sedikit lebih besar karena sedang dekat dengan Bumi. Juga akan terlihat Bulan berwarna merah selama gerhana bulan total berlangsung. Dan semua itu bakal terjadi bertepatan dengan peringatan bluemoon atau bulan purnama kedua dalam satu bulan masehi. Untuk meringkas nama fenomena ini mungkin bisa kita sebut sebagai super-red-blue moon. Bagaimana, menarik bukan?

FENOMENA 6
SABTU, 31 MARET 2018 - BLUEMOON
Bluemoon lagi! Cukup menarik bahwa pada Januari dan Maret tahun ini sama-sama memiliki dua bulan purnama. Namun kontras, pada Februari yang berada di antara keduanya justru tidak memiliki bulan purnama sama sekali. Hal ini terjadi karena bluemoon sebelumnya terjadi pada hari terakhir Januari. Sedangkan pada Februari hanya ada 28 hari dan tidak cukup waktu untuk menampung bulan purnama berikutnya 29,7 hari mendatang. Akhirnya bulan purnama berikutnya jatuh pada awal Maret. Dan jatuh lagi pada akhir Maret sebagai bluemoon.

FENOMENA 7
SENIN, 23 APRIL 2018 - HUJAN METEOR LYRID
Lyrid adalah hujan meteor pertama yang berlangsung pada musim kemarau di Indonesia. Karena itu Lyrid lebih mungkin teramati tanpa mengalami gangguan cuaca seperti mendung bahkan hujan. Puncak Lyrid berlangsung mulai Senin dini hari hingga matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Lyra di langit utara. Puncak Lyrid bertepatan dengan bulan kuartir awal. Jadi Bulan akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga tidak mengganggu pengamatan. Sembari menunggu meteor kita juga bisa menyaksikan piringan Bimasakti yang membentang dari utara ke selatan!

FENOMENA 8
SENIN, 30 APRIL 2018 - ELONGASI MAKSIMUM MERKURIUS
Kesempatan terbaik mengamati planet dalam seperti Merkurius dan Venus adalah saat elongasi maksimum. Yaitu ketika sudut antara Matahari, Bumi, dan planet dalam mencapai maksimum. Ketika elongasi maksimum maka planet dalam akan mencapai posisi tertinggi di langit fajar atau senja. Hari ini Merkurius mencapai elongasi maksimum di langit timur saat fajar. Merkurius terlihat sebagai bintang putih dengan magnitudo 0,3 dan elongasi 27 derajat. Kemudian Merkurius akan mencapai elongasi maksimum di langit barat saat senja pada Kamis, 12 Juli 2018.

FENOMENA 9
SABTU, 5 MEI 2018 - HUJAN METEOR ETA AQUARID
Dua pekan setelah Lyrid menyusul hujan meteor Eta Aquarid dengan itensitas lebih tinggi. Puncak Eta Aquarid berlangsung mulai Sabtu dini hari hingga matahari terbit. Sebanyak 60 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di langit timur. Namun sayang Bulan cembung nantinya berada di langit selama puncak Eta Aquarid. Akibatnya pengamatan hari ini sedikit banyak bisa terganggu. Untuk hasil lebih baik maka pengamatan Eta Aquarid bisa pula dilakukan besok atau lusa menunggu fase bulan menipis dan meredup.

FENOMENA 10
RABU, 9 MEI 2018 - OPOSISI JUPITER
Kesempatan terbaik mengamati planet luar seperti Mars, Jupiter, dan Saturnus adalah saat oposisi. Yaitu ketika Matahari, Bumi, dan planet luar berada segaris berurutan. Ketika oposisi maka planet luar akan berada di langit sepanjang malam dan terlihat lebih terang. Hari ini Jupiter mengalami oposisi sehingga inilah kesempatan terbaik mengamatinya. Jupiter terlihat sebagai bintang putih terang mencapai magnitudo -2,5 dan diameter sudut 44,7 detik busur. Jupiter akan terlihat sepanjang malam dengan terbit di langit timur Rabu malam dan terbenam di langit barat Kamis pagi.

FENOMENA 11
RABU, 27 JUNI 2018 - OPOSISI SATURNUS
Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang mengalami oposisi. Jadi hari ini adalah kesempatan terbaik untuk mengamatinya. Sebagaimana Jupiter, Saturnus pun terlihat sebagai bintang putih namun sedikit lebih redup. Saturnus memiliki magnitudo 0 dan diamater sudut 18,3 detik busur. Saturnus akan terlihat sepanjang malam dengan mulai terbit di langit timur Rabu malam sampai terbenam di langit barat Kamis pagi. Untuk pengalaman yang lebih berkesan bisa pula menggunakan teleskop supaya terlihat Saturnus beserta cincin yang melingkarinya.

FENOMENA 12
KAMIS, 28 JUNI 2018 - MINIMOON
Minimoon adalah Kebalikan dari supermoon. Dimana minimoon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama pada jarak terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada jauh maka bulan purnama ketika minimoon terlihat sedikit lebih kecil dan redup. Hari ini akan terlihat minimoon pertama pada tahun ini. Diameter sudutnya 29,5 menit busur. Puncak minimoon berlangsung Kamis siang pukul 11:53 WIB. Sementara di Indonesia lebih baik jika mengamati setelah puncak minimoon antara Kamis malam hingga Jumat pagi.

FENOMENA 13
JUM'AT, 27 JULI 2018 - OPOSISI SUPER DEKAT MARS
Mars bakal menjadi planet paling menarik perhatian tahun 2018. Puncaknya adalah hari ini ketika Mars mengalami oposisi super dekat dengan jarak 57,6 juta km dari Bumi. Oposisi ini adalah yang terdekat sejak tahun 2003 dengan jarak 55,7 juta km dan baru terkalahkan tahun 2035 dengan jarak 56,9 juta km. Meski begitu jangan sampai ada lagi sangkaan bahwa Mars bisa terlihat sebesar Bulan. Tidak! Mars terlihat sebagai bintang merah terang mencapai magnitudo -2,8 dan diameter sudut 24,3 detik busur. Mars akan terlihat sepanjang malam dengan mulai terbit di langit timur Jumat malam hingga terbenam di langit barat Sabtu pagi.

FENOMENA 14
SABTU, 28 JULI 2018 - MINIMOON
Umumnya supermoon dan minimoon muncul berkelompok dalam suatu musim. Jika pada Januari lalu adalah musim supermoon maka kini giliran musim minimoon yang datang. Ya, akan ada minimoon lagi! Minimoon hari ini menjadi yang terkecil dan paling redup selama tahun 2018. Diamater sudut minimoon hari ini adalah 29,4 menit busur atau sedikit lebih kecil dari minimoon sebelumnya. Puncak minimooon terjadi Sabtu pagi pukul 03:21 WIB. Dengan begitu kita di Indonesia bisa mengamati minimoon saat puncak berlangsung.

FENOMENA 15
SABTU, 28 JULI 2018 - HUJAN METEOR DELTA AQUARID
Setelah Eta Aquarid kini giliran hujan meteor Delta Aquarid yang berlesatan dari rasi Aquarius. Puncak Delta Aquarid berlangsung mulai Sabtu dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di puncak langit. Menariknya puncak Delta Aquarid bertepatan dengan gerhana bulan total berdurasi ekstrim. Sehingga Delta Aquarid yang mestinya terganggu cahaya bulan purnama malah menjadi ideal karena Bulan akan bercahaya merah temaram selama gerhana. Bulan purnama dan hujan meteor yang biasa saling mengalahkan kini bersatu untuk membuat kita semua gembira!

FENOMENA 16
SABTU, 28 JULI 2018 - GERHANA BULAN TOTAL (LAGI!)
Gerhana bulan total lagi! Ya. Hari ini gerhana bulan kedua di Indonesia akan terlihat. Dan dari keduanya, gerhana bulan hari ini bisa jadi yang terbaik. Sebab gerhana bulan hari ini terjadi pada pertengahan musim kemarau di Indonesia. Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang terjadi pada musim hujan. Sehingga memiliki resiko tinggi gangguan cuaca. Selain itu gerhana bulan total hari ini berlangsung lebih lama dan lebih gelap. Sebab Bulan lebih dalam melewati pusat umbra bumi.

Gerhana bulan total hari ini terlihat di langit barat setelah tengah malam di Indonesia. Gerhana bulan sebagian akan terlihat lebih dulu terlihat mulai pukul 01:24 WIB. Kemudian gerhana bulan total terlihat antara pukul 02:29 s.d 04:13 WIB. Durasi gerhana bulan total adalah 1 jam 42 menit dengan magnitudo gerhana 1,6 dan diameter sudut 29,4 menit busur. Setelah itu gerhana bulan sebagian kembali terlihat hingga pukul 05:19 WIB sekaligus menjadi akhir seluruh tahapan gerhana. Beruntung di seluruh Indonesia bisa terlihat hingga gerhana bulan total berlangsung. Namun di Indonesia bagian timur tidak bisa mengamati akhir gerhana saat Bulan kembali terang. Karena Bulan lebih dulu tenggelam.

Menariknya gerhana bulan total berdurasi ekstrim hari ini akan terjadi bersamaan dengan minimoon terkecil tahun ini, oposisi Mars terdekat 15 tahun terakhir, serta hujan meteor Delta Aquarid. Dengan begitu kita bisa melihat Bulan berwarna merah gelap dengan ukuran sedikit lebih kecil. Di sebelah Bulan terlihat Mars sebagai bintang merah terang. Dan sesekali terlihat meteor yang melintas tanpa gangguan cahaya bulan selama gerhana bulan total. Dan lebih gila lagi, semua itu bisa terlihat di seluruh Indonesia, pada musim kemarau, dengan mata telanjang, saat akhir pekan. Betapa menakjubkan!

FENOMENA 17
MINGGU, 12 AGUSTUS 2018 - HUJAN METEOR PERSEID
Perseid menjadi hujan meteor paling menjanjikan tahun ini. Sebab Perseid berlangsung pada tengah musim kemarau di Indonesia. Serta konsisten menghasilkan banyak meteor bahkan fireball. Tidak kurang dari 90 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Perseus di langit utara. Ditambah puncak Perseid hampir bertepatan fase bulan baru. Jadi langit malam bakal benar-benar gelap dan tiap meteor bisa dengan mudah terlihat. Bagusnya lagi puncak Perseid berlangsung pada akhir pekan antara Minggu dini hari hingga matahari terbit. Maka yang kita butuhkan hanya kopi kental supaya siap melek semalaman!

FENOMENA 18
SABTU, 18 AGUSTUS 2018 - ELONGASI MAKSIMUM VENUS
Venus mulai berada di langit barat saat senja pada pertengahan Januari tahun ini. Dan seiring waktu maka posisi Venus akan semakin tinggi hingga mencapai elongasi maksimum hari ini. Venus terlihat sebagai bintang putih sangat terang mencapai magnitudo -4,5 dan elongasi 45,9 derajat. Dengan cahaya sangat terang dan posisi yang tinggi tentu "bintang kejora" Venus sangat mudah terlihat di langit barat saat senja. Setelah hari ini ketinggian Venus akan berangsur menurun. Hingga akhirnya tenggelam dan pindah ke langit timur saat fajar pada akhir Oktober tahun ini.

FENOMENA 19
SENIN, 22 OKTOBER 2018 - HUJAN METEOR ORIONID
Suka Orion? Rasi Orion memang sangat terkenal pun mudah dikenali. Jadi jika ada hujan meteor yang berlangsung dari arah rasi Orion tentu sangat menarik. Seperti itulah Orionid hari ini. Puncak Orionid berlangsung antara Senin dini hari sampai matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Orion di puncak langit. Sayang puncak Orionid terjadi menjelang bulan purnama. Untuk menghindari gangguan cahaya bulan maka pengamatan baik dilakukan setelah bulan terbenam saat fajar. Atau bisa pula melakukan pengamatan satu-dua hari sebelumnya.

FENOMENA 20
JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 - HUJAN METEOR GEMINID

Hujan meteor Geminid dan Perseid selalu bersaing sengit setiap tahunnya. Sebab Geminid pun konsisten menghasilkan banyak meteor bahkan fireball. Tidak kurang dari 120 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Gemini di langit barat. Selain itu puncak Geminid berlangsung menjelang bulan kuartir awal. Sehingga Bulan akan tenggelam sebelum tengah malam dan tidak mengganggu pengamatan. Namun masalah utama Geminid adalah cuaca yang seringkali tidak mendukung. Sebab di Indonesia telah memasuki musim hujan. Namun tentu tidak ada salahnya mencoba peruntungan berburu Geminid di antara awan. Puncak Geminid berlangsung mulai Jum'at dini hari sampai menjelang matahari terbit.


Share:

Anjuran Bagi Orang Yang Sudah Mengetahui Fadhilah Amalan


Imam Nawawi menjelaskan bahwa bagi seseorang yang telah mengetahui suatu fadhilah amalan dan tata cara pengalaman amalan tersebut, sebagimana amalan yang disunahkan yang terteks di dalam teks-teks hadits, sebaiknya ia mengamalkannya. Walaupun dalam mengamalkan amalan tersebut hanya sekali. 

Agar orang tersebut termasuk dari ahlinya (ahl al-amal). Dan, sebaiknya jangan meninggalkan amalan tersebut sama sekali, akan tetapi lakukanlah sesuai dengan dengan kemampuan.

Hal ini sebagaimana dalam hadits Rasulullah Saw.:

إذا امر تكم بشيئ فأتوا منه ما استطعتم



Sumber: Kitab al-Azdkar, Hal. 27, Kairo: al-Dar al-Masriah al-Lubnaniah


Share:

Popular Posts

HALAMAN CATATAN WACANA

Makalah

Info

Opini