Masih percaya kalau
kaya harus terus bekerja? Kalau Anda masih percaya, silakan segera tobat dengan
membaca esai gemblung saya ini sampai selesai.
Matematika kerja itu
meniscayakan apa yang disebut dalam hadits Nabi sebagai
al-ujroh(upah/bayaran/gaji). Sehingga, ketika terus menerus bekerja, dengan
keras, minim istirahat, maka ujroh yang akan didapatkan kian meningkat. Itulah
yang terangkai dalam makna kalimat “Rajin Pangkal Kaya, Malas Pangkal Miskin.”
Saya membedakan
kerja dengan usaha. Lain dalam kerja, Anda yang jadi pengusaha (subjek dari
verba ‘usaha’), matematikanya bukan matematika gaji, tapi keuntungan. Dalam
bahasa fiqih disebut al-ribh (profit/surplus).









